Tuesday, February 3, 2009
KETIKA TUHAN TURUT BEKERJA, 9000 ROTI UNTUK HARI INI
0 comments Posted by NGKPA Medan Timur at 12:17 PMPercayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. (Amsal 3:5-6)
Seorang pemburu atheis satu ketika tersesat di tengah hutan. Ia kemudian bertemu dengan sekelompok macan. Tiba-tiba saja ia menjadi gugup. Spontan ia mengeluarkan senapan dan mulai menembakkannya ke arah macan tersebut. Sayang, tembakan-tembakan tersebut meleset dan ia-pun kehabisan peluru. Macan-macan ganas ini kemudian bergerak mendekati sang pemburu. Tanpa menunggu waktu lama, segera sang pemburu ini mengambil langkah seribu. Ia berlari sekencang mungkin.
Beberapa ratus meter kemudian, ia terpeleset dan masuk jurang. Beruntung ia sempat meraih dahan sebuah pohon di tepi jurang tersebut. "Tolong... tolong!!!" teriaknya. Berkali-kali ia berteriak namun tak juga ada yang menjawab.
Hampir putus asa ia kembali berteriak : "Tuhan... Tuhan... apakah engkau sungguh ada?" Sejenak keadaan menjadi sangat sunyi lalu terdengar suara : "Ya, Aku ada". Pemburu ini melanjutkan : "Tuhan, Engkau tentu tahu kalau selama hidupku, aku meragukan keberadaan-Mu namun sekarang aku percaya bahwa Engkau sungguh ada. Maukah Engkau menolongku, Tuhan? Aku berjanji Tuhan jika engkau menolongku maka aku akan membaktikan sisa hidupku untuk melayani-Mu dan memberitakan kebaikan-Mu kepada setiap orang yang aku temui mulai dari hari ini hingga akhir hayatku"
"Baiklah, Aku akan menolongmu," kata Tuhan. "Cepat Tuhan... tolonglah aku," ujar si pemburu memohon. "Tetapi Aku ingin mengetahui satu hal darimu," kata Tuhan. "Apakah itu?" tanya si pemburu. "Maukah engkau mempercayaiKu dengan segenap hati dan akal budimu?" tanya Tuhan. "Tentu saja aku mau Tuhan. Aku percaya padamu seribu persen! Cepat tolong aku, Tuhan," jawab si pemburu yang penuh keringat dingin itu.
"Baiklah kalau engkau memang percaya. Sekarang, lepaskan tanganmu dari dahan pohon itu dan Aku akan menolongmu," kata Tuhan. Spontan si pemburu berujar, "Tuhan, apakah Engkau sudah gila?" Kemudian si pemburu kembali berteriak, "Halo... adakah orang di sana yang bisa mendengar suara saya? Tolong... tolong...!"
Apa hikmah yang bisa Anda petik dari cerita di atas? Bisa jadi Anda dan saya hanya akan tersenyum atau tertawa setelah membaca cerita tersebut. Namun jika kita sungguh peka, seringkali dalam hidup ini kita berperilaku seperti si pemburu tadi. Kita masih setengah hati dalam mengakui kekuasaan-Nya, terutama jika hal tersebut di luar logika manusia. Kita lebih mengandalkan kekuatan manusia daripada bersandar pada-Nya.
Seringkali kita harus melihat dengan mata kepala sendiri baru bisa percaya. Jika hal tersebut tidak sesuai dengan akal sehat, kita lantas menolaknya. Santo Agustinus pernah mengatakan, "Iman artinya menyakini apa yang tidak kita lihat dan upah dari iman adalah melihat apa yang kita yakini."
Meski kitab suci dengan sangat jelas mengatakan, "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia (1 Korintus 2:9)." Terkadang tetap saja sulit bagi kita untuk menerimanya.
Ibu Teresa suatu ketika pernah berujar : "Iman memelihara orang yang memelihara iman." Tentu Ibu Teresa tidak sedang main-main ketika mengucapkannya. Ia memiliki begitu banyak pengalaman hidup yang menceritakan kesaksian imannya. Salah satu hal yang sangat ajaib dan sangat menarik adalah ketika kita melihat Ibu Teresa yang puluhan tahun berkarya di tengah-tengah orang yang berpenyakit menular namun hingga akhir hayatnya ia sama sekali tidak tertular penyakit tersebut. Luar biasa karya Tuhan dalam hidup Ibu Teresa! Dari sini saya juga belajar bahwa kasih bukanlah sekedar sebuah perasaan (seperti ketika orang berpacaran atau merindukan pasangannya) namun kasih juga dapat menjadi sebuah kekuatan. Orang sering menyebutnya sebagai the power of love.
Ada juga kisah lain tentang bagaimana Ibu Teresa begitu mengimani bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Roma 8:28). Dalam bukunya yang berjudul In the Heart of the World, Ibu Teresa menulis:
Di Calcutta, kami memasak untuk sembilan ribu orang setiap hari. Suatu hari, seorang suster datang dan berkata : "Ibu, tidak ada sesuatu pun untuk dimakan. Tidak ada sesuatu pun untuk diberikan kepada orang-orang itu." Saya tidak mempunyai jawaban. Dan kemudian pada jam sembilan pagi itu, sebuah truk penuh dengan roti datang ke rumah kami. Setiap hari pemerintah memberikan sepotong roti dan susu kepada anak-anak miskin di sekolah. Tetapi hari itu tidak seorang pun tahu kenapa semua sekolah tiba-tiba diliburkan. Dan semua roti diantar ke rumah Ibu Teresa.
Lihat, Allah meliburkan sekolah. Dia tidak membiarkan orang-orang kita pergi tanpa makanan. Dan inilah pertama kalinya dalam hidup mereka saya kira, bahwa mereka mendapatkan roti yang baik seperti itu dan dalam jumlah yang amat banyak. Dengan cara ini Anda bisa melihat kelembutan hati Allah.
Bisa jadi pengalaman seperti itu juga pernah terjadi dalam hidup Anda. Saya sendiri pernah mengalami beberapa kejadian luar biasa yang hingga hari ini amat sulit saya jelaskan dengan logika. Dari perjalanan itu saya mengimani bahwa dalam hidup ini tidak ada yang namanya kebetulan jika kita senantiasa mau melihatnya dengan mata iman. Pengalaman hidup tersebut juga membuat saya semakin memahami tentang penyelenggaran Ilahi dalam kehidupan orang yang percaya dan berserah kepada-Nya.
"Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia (2 Tawarikh 16:9)." Tuhan menyertai Anda selalu!
Sumber : jawaban.com
Labels: GKPA, Kepercayaan, pngkpa
Namanya "gereja sampah". Disebut demikian karena terletak di bukit tempat penimbunan sampah kota Kairo, Mesir. Belasan ribu pemulung hidup disana dengan mengais sampah. Tak ayal lagi, bau busuk sampah memenuhi ruang ibadahnya yang tidak berpendingin udara. Namun, bagi penduduk sekitar, gereja ini memancarkan " bau harum". Keharuman Kristus terpancar lewat kehadiran dan kesaksiannya. Pelayanan jemaatnya telah membawa banyak pemulung mengenal Kristus dan mendapatkan pegangan hidup. Setiap minggu mereka beribadah di situ. Menyembah Tuhan ditengah himpitan kemiskinan
Sukses tidaknya sebuah pelayanan tidak bisa diukur secara duniawi. Gereja yang megah belum tentu hidup. Hamba Tuhan yang hebat belum tentu diperkenan Tuhan. Rasul Paulus mengakui bahwa ia penuh kelemahan ( 2 Korintus 1 : 8,9). Secara manusiawi ia tidak sanggup menunaikan tugas ilahi ( ayat 16). Namun ia punya motivasi pelayanan yang murni dan ketaatan pada Tuhan. Maka kuasa Tuhan pun menyertai pelayanannya. Ia dibawa ke jalan kemenanganNya. Lewat pelayanannya, orang bisa mencium " bau harum Kristus". Mereka tertarik kepada Kristus bukan karena kehebatannya berkotbah, melainkan karena bisa merasakan Kristus hidup didalam dirinya.
Inginkah Anda dipakai Tuhan menjadi alatNya? Rindukah Anda memiliki gereja yang hidup? Yang Anda butuhkan bukan dana besar, program menarik, atau peningkatan kualitas sumber daya manusia. Layanilah Tuhan dengan motivasi murni dan ketaatan total. Keharuman Kristus akan terpancar melalui diri Anda dan gereja Anda. Orang pun akan datang kepadaNya.
Yang penting bukanlah kehebatan diri Anda, melainkan keharuman Kristus yang terpancar melalui Anda.
Labels: gereja, GKPA, renungan harian
Entah ada apa dengan nafsu makanku hari itu, makananku tersisa banyak. Aku keluar rumah untuk membuang sisa makanan tersebut. Baru beberapa langkah dari pintu luar rumah, pandanganku tertuju pada seekor anak anjing.
Anak anjing itu tampak tidak terawat, meringkuk di pojokan sebuah meja bekas yang tergeletak begitu saja di depan rumah tetanggku. Aku terdiam sejenak memandang anak anjing itu, kemudian menatap bungkusan di tanganku. Kuambil daging yang nyaris tak tersentuh olehku dan aku berjalan menghampiri anak anjing itu.
Anak anjing itu sepertinya menyadari bahwa aku sedang menghampirinya. Ia mulai mendongakkan kepalanya dan menggonggong seolah berkata "jangan ganggu aku, manusia !". Melihat reaksi anak anjing tersebut, aku tidak jadi mendekat. Kuletakkan daging tersebut agak jauh darinya dan segera mundur ke tempat ku semula sambil menatapnya, berharap ia menghampiri dan memakan daging tersebut.
Dugaanku salah, ia terus menatapku sambil menyalak tiada henti, tidak menggubris daging yang kuletakkan tadi. Aku menghela napas sejenak, lalu mengambil kembali daging tersebut dan menghampiri lebih dekat kepada anak anjing tersebut.
Reaksinya sudah dapat ditebak, dia menyalak lebih kencang dari sebelumnya, mungkin karena aku sekarang sudah lebih dekat kepadanya. Entah kenapa aku lakukan ini, tapi aku mencoba berbicara dengannya "ssst, aku tidak bermaksud jahat, malah akan memberikanmu makanan lezat ini". Tapi sia-sia saja, anak anjing itu tentu saja tidak dapat mengerti perkataanku, bahkan dia tidak mencoba mengerti, dia terus saja mengonggong dan kali ini menggeram seperti bersiap menggigit.
"Baiklah", kataku pada diri sendiri. "Kubiarkan saja dia menggigit tanganku. Saat dia menggigit tanganku, dia pasti akan merasakan daging di tanganku itu dan akan sadar bahwa aku justru membawakannya makanan".
Aku berjongkok di hadapan anak anjing itu. Kusodorkan perlahan tanganku yang menggengam daging, sedikit mengeryit karena sadar bahwa sebentar lagi tanganku akan digigit. "Semoga saja giginya belum tumbuh tajam", pikirku.
Tapi apa yang terjadi ? Ah ... anak anjing itu berhenti menggonggong dan mengendus-endus, kemudian menjilat daging di tanganku. Akhirnya kulepaskan daging itu dari tanganku dan anak anjing itu makan dengan lahapnya.
Aku tersenyum, mengucap syukur pada Tuhan atas apa yang baru saja kulalui. Tiba-tiba aku tertegun merenungkan akan apa yang baru saja kualami.
Bukankah apa yang baru kualami ini mencerminkan apa yang telah Yesus lalui ?
DIA mencoba menghampiri manusia, tapi manusia menolak dengan "mengonggong" dan "menyalak" kepada-NYA.
DIA mencoba berbicara dengan manusia, tapi manusia tidak bisa mengerti dan bahkan tidak mau mengerti, bahkan "menggeram siap untuk mengigit"
Sehingga akhirnya dia memilih cara yang memilukan, DIA merelakan diri-NYA "digigit" demi memberikan "daging" kepada kita.
"Terima kasih Tuhan karena Engkau mengingatkan kembali bagaimana Engkau rela turun menjadi manusia, dianiaya dan disalibkan demi menyelamatkan kami, manusia-manusia berdosa"
Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Labels: anak, anjing, cerita rohani, daging
Naiknya harga minyak bumi,
naiknya harga minyak sawit,
menguatnya Euro$, melemahnya US$,
jebloknya bisnis property di Amrik,
bursa saham global juga masih relative stabil,
tapi akankah ini bertahan?????
Dampaknya bagi Indonesia, dimana pengelolaan Sumber Daya Alam yang masih tidak/belum profesional mandiri dan masih bergantung kepada asing,
Sebenarnya dengan naiknya harga minyak bumi akan memberikan keuntungan juga bagi pendapatan negara, namun disisi lain juga akan memberikan kerugian karena pengadaan BBM masih mengandalkan "import", dilain hal, sumber minyak bumi Indonesia semakin menurun. Berarti subsidi harus jalan terus.
Ada sumber lain yang juga memberikan dampak keuntungan, yaitu minyak kelapa sawit yang akan naik terus mengikuti minyak bumi. Namun sayangnya, sebagian besar perkebunan kelapa sawit milik jiran kita dan hasilnya akan dibawa kesana terlebih dahulu. Dampak dari kenaikan ini adalah semakin tingginya harga jual minyak sayur dalam negeri. Ujung2nya pemerintah harus memberi subsidi lagi.
Tambang Mas, masih dikuasai asing. Sayang sekali, karena mas ini sebenarnya juga menjadi salah satu pilar perekonomian dunia, dan Indonesia tidak dapat bermain disini.
Hasil laut, masih belum dikelola dengan maksimal. Minimnya fasilitas "nelayan" tradisional dan kalah jauh dari "nelayan negara2 makmur" sehingga hasil laut lebih banyak dicuri oleh negara lain.
Agraria, seharusnya Indonesia bisa lebih maju dari Thailand dalam bisnis ini. Sayangnya pengelolaan lahan yang "seolah terabaikan", menunjukkan belkum adanya "profesionalisme" pemerintahan dalam departemen2 terkait untuk mengelola hasil hutan dan lahan2 yang sudah gundul. Beras, gula, jagung masih harus diimport. Termasuk gandum sebgai bahan baku terigu.
Industri, masih belum bisa bersaing dengan jiran2 sesama Asean, India dan China.
Tingginya "jenis items" barang import, menunjukkan lemahnya investasi didalam negeri kita.
Kalau kita amati secara seksama, jika semua aspek2 tersebut dapat dikelola dengan baik oleh bangsa kita, maka tentunya negara kita ini akan menjadi negara yang makmur. Dapat mandiri bahkan menjadi negara "peng-ekspor terbesar".
Karena oleh sebab tersebut diatas, menyebabkan perekonomian negara kita cukup rapuh dalam menghadapi "krisis global" tersebut. Sedangkan pertumbuhan penghasilan perkapita masih tersendat.
Akankah rakyat miskin semakin bertambah banyak?????
Atau Indonesia bisa bangkit dalam situasi krisis ini?????
Bukankah ada pameo yang mengatakan, dibalik krisis pasti ada peluang......
Labels: GKPA, krisis global
Tuesday, January 27, 2009
Syaloom naposobulung GKPA...!!!
Minggu, tanggal 25 Januari kemarin ada berita sukacita dari NGKPA Resort Medan Timur, tepatnya pukul 16.00 WIB diadakan rapat oleh naposobulung resort Medan timur di gereja GKPA Parlagutan Medan Timur.
Tujuan dari rapat tersebut adalah untuk membentuk kepengurusan naposobulung GKPA se-Resort Medan Timur. Suatu berita sukacita memang jika dilihat dari tujuan mulia diadakannya rapat ini, akan tetapi ada suatu ironi yang terjadi ditubuh naposobulung, yang membuat rapat tersebut tidak menunjukkan kesatuan dari NGKPA Resort Medan Timur.
Kegiatan yang dimotori oleh PND III GKPA ini dan difasilitasi oleh Majelis Resort MEdan Timur, seakan-akan hanya sekedar jadi saja. Meskipun dari hasil rapat tersebut dicapai satu keputusan dengan menunjuk saudara-saudara kita dibawah ini sebagai BPH PN. Resort Medan Timur ;
Ketua : Sabbath Siregar (Parlagutan MEdan Timur)
Sekretaris : Kristinawati br Hutapea (Parlagutan Medan Timur)
Bendahara : Desentina br Pane (Parlagutan Medan Timur)
Akan tetapi rasanya kurang mewakili suara semua naposobulung yang ada di Resort Medan Timur, meskipun parlagutan Mandala menyatakan setuju semua hasil rapat tersebut.
Inilah ironi yang terjadi di tubuh naposobulung sendiri,yang menunjukkan ketidakpedulian naposobulung terhadap kebersamaan dan kesatuan GKPA:
1. Rapat hanya dihadiri 15 orang saja, yaitu 13 orang dari Parlagutan Medan Timur
dan 2 orang dari parlagutan Bandar Khalipah.
Apakah itu sudah mewakili bagi kita?
2. Parlagutan Mandala seakan2 tidak mau ambil pusing dalam kegiatan ini.
Ada apa dengan NGKPA Mandala?
3. Kenapa semua BPH dari Parlagutan Medan Timur, apa Bandar Khalipah dan Mandala
tidak punya calon lagi....??
"Mungkin karena peserta rapatnya paling banyak dari Parlagutan Medan Timur kali
ya...hehehehehe
Akhir kata, saya mau mengucapkan "SELAMAT KEPADA BPH PN RESORT MEDAN TIMUR" terpilih
Semoga bisa mempersatukan semua naposobulung yang ada di Resort Medan Timur.
Syaloom....
Labels: NGPKA