Showing posts with label Medan. Show all posts
Showing posts with label Medan. Show all posts

Thursday, March 5, 2009


Alkisah ada seorang pria yang menyimpan perasaan pada
teman gadisnya. Hingga kemudian pada saat
pernikahannya, ia memutuskan untuk mengatakan perasaan
yang sebenarnya pada gadis itu. Namun gadis itu
akhirnya hanya menganggap itu hanyalah sebuah canda.

Dan ada seorang pria yang ingin mengatakan pada
istrinya betapa ia mencintainya, namun ia tidak pernah
mengatakannya, hingga istrinya itu meninggal dunia.
Pria itu hingga sekarang terus meletakkan bunga diatas
batu nisannya. Dengan ciuman dan kata-kata "AKU CINTA
KAMU".Entah Apakah istrinya mengetahui hal itu?


Saat ini ada seorang gadis yang selalu ingin merasakan
hangatnya pelukan kasih sayang ayahnya, tapi ia malu
untuk mengatakannya. Hingga pada suatu hari ayahnya
tak mungkin memeluknya lagi...

Banyak kisah yang terjadi setiap harinya, dan kita
mungkin menyadari semua itu. Apa yang telah terjadi
kemarin, tak mungkin kembali... tapi apakah kita bisa
memastikan apa yang akan terjadi besok?

Pikirkanlah tentang sesuatu yang ingin kita katakan
dan jangahlah kita selalu menunggu saat yang tepat?
Katakanlah cinta dan kasih sayang itu. Jika kau
meninggalkan pesta yang ramai dan berjalan bersama,
hanya berdua dengan seseorang... itulah cinta.

Ketika kau bersama seseorang, dan kau seringkali
mendiamkannya. Tapi ketika ia tak bersamamu dan kau
mencarinya... saat itulah kau merasakan cinta.

Jika ada seseorang yang selalu membuatmu tertawa,
menatapmu penuh perhatian dan ingin selalu pergi
bersamanya. Kau sedang jatuh cinta.

Ketika kau melihat sebuah foto bersama, dan kau
mencari seseorang yang special...(untuk mengetahui
siapa yang berada disampingya difoto itu)lalu kau
membayangkan dirimu yang ada disana... yakinlah kau
sedang jatuh cinta.

Ketika kau tidak menerima telepon saat kau sibuk
belajar, tapi tak mampu menahan diri saat seseorang
menelponmu... saat itulah kau sedang jatuh cinta.

Jika kau lebih tertarik menerima sebuah surat pendek
dari seseorang daripada surat-surat lain yang
panjang... kau sedang jatuh cinta.

Ketika kau mendapat tiket gratis untuk berdua, dan kau
tak ragu-ragu mengajak seseorang, kau sedang jatuh
cinta.
-
Kau terus mengatakan kami hanyalah teman biasa, tapi
kau sadar kau tak bisa melepaskan diri darinya... saat
itulah kau merasakan cinta.

Cinta bukanlah sesuatu yang buruk dan semua bergantung
pada kita bagaimana menginginkannya.
Berbagilah, dan katakanlah kepada orang-orang yang
berarti bagimu....

Regards,


Unknown

Inti dari Kebijaksanaan


Konon, ada seorang raja muda yang pandai.
Ia memerintahkan semua mahaguru terkemuka dalam kerajaannya untuk berkumpul dan menulis semua kebijaksanaan dunia ini. Mereka segera mengerjakannya dan empat puluh tahun kemudian, mereka telah menghasilkan ribuan buku berisi kebijaksanaan. Raja itu, yang pada saat itu telah mencapai usia enam puluh tahun, berkata kepada mereka, "Saya tidak mungkin dapat membaca ribuan buku. Ringkaslah dasar-dasar semua kebijaksanaan itu."

Setelah sepuluh tahun bekerja, para mahaguru itu berhasil meringkas seluruh kebijaksanaan dunia dalam seratus jilid.
"Itu masih terlalu banyak," kata sang raja. "Saya telah berusia tujuh puluh tahun. Peraslah semua kebijaksanaan itu ke dalam inti yang paling dasariah.

Maka orang-orang bijak itu mencoba lagi dan memeras semua kebijaksanaan di dunia ini ke dalam hanya satu buku.
Tapi pada waktu itu raja berbaring di tempat tidur kematiannya.
Maka pemimpin kelompok mahaguru itu memeras lagi kebijaksanaan-kebijaksanaan itu ke dalam hanya satu pernyataan,
"Manusia hidup, lalu menderita, kemudian mati. Satu-satunya hal yang tetap bertahan adalah cinta."




Wednesday, February 4, 2009

KETIKA ALLAH BILANG TIDAK

Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah ambillah kesombonganku dariku."
Allah berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."

Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat."
Allah berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."


Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah beri aku kesabaran."
Allah berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan, tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."

Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah beri aku kebahagiaan."
Allah berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu."

Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan."
Allah berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada-Ku."

Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat."
Allah berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."

Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang lain, Sebesar cinta-Mu padaku.
Allah berkata... "Akhirnya kau mengerti .!!"

Kadang kala kita berpikir bahwa Allah tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.

Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali, sementara orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.

Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya-tanpa susah payah.

Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan.

Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhanlah yang terus meningkat.

Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Allah) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.

Begitu pula dengan Allah, segala yang kita minta Allah tahu apa yang paling baik bagi kita.
Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Allah mengabulkannya. Karena Allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.

Sebab segala sesuatu telah di rancang sesuai dengan rencana-NYA dan bukan rencana kita.


Sumber : klinik rohani