Wednesday, June 17, 2009

setelah anda sadar berhati-hatilah Dipublikasi Artikel blog by bintang seven
dalam perumpamaan kebun anggur markus 12 anak pertama tidakmengerjakan perintah bapanya meskipun ia menjawab IYA dan anak kedua yg menolak ttp sadar dan berbalik mengikuti kata bapanya ke kebun anggur. lalu apa yg terjadi dlm kebun anggur itu? Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita.
Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain. seseorang yg telah bertobat mpy kerinduan yg besar untuk melayani, hanya sebelum ia, telah ada orang2 yg melayani lebih dulu, ttp perihal jati diri pelayan2 lain yg telah lebih dulu itu hanyalah penggarap yg kejam dan berhati buas.
tetapi bagaimana mungkin seseorang yg baru bertobat di lempar ke luar atau dibunuh? tentu dalam pengertian rohani MEREKA MELAKUKAN BANYAK CARA AGAR ANDA TIDAK ADA DLM KEBUN ANGGUR YG INDAH INI. Pernahkah anda mendengar kotbah2 yg kelihatan baik tp sesungguhnya sangat menyesatkan? banyak kita memiliki kerinduan tp mendengar kotbah2 tak bertanggungjawab kita spt disingkirkan dr gelanggang. Anda tak boleh menyimpan kaset duniawi, lukisan2, patung, dll. DOSA ITU DAN PERLAWANAN THD ALLAH. jika anda tak menginjil dan berbahasa roh maka anda bukanlah anak Allah yg sejati. INILAH BUALAN MEREKA YG MENGAKU TAHU MENGGARAP KEBUN ANGGUR seorang penggarap kebun anggur mungkin berkata aku telah lebih dulu bekerja dr kamu, wajar aku mengarimu tp INGAT MEREKA BEKERJA HANYA KRN UPAH DAN KEUNTUNGAN TP KITA BEKERJA SBG ANAK DAN AHLI WARIS INI ADALAH KEBUN BAPA KU DAN MILIKKU, IA TAHU STATUSNYA DAN DISITULAH HATINYA BERPAUT. JIKA ANDA TELAH SADAR BERHATI HATILAH TERHADAP PEKERJA2 PALSU DAN ANJING2 PENGGIGIT INI.
Labels: agama, cerita lucu, cerita rohani, dosa, GKPA, Naposo, renungan harian
Thursday, April 16, 2009

Seorang fotografer dari sebuah surat kabar terkenal ditugaskan kantornya untuk meliput peristiwa kebakaran di sebuah hutan. Dia diperintahkan oleh atasannya untuk mengambil beberapa gambar yang memperlihatkan keberanian para pemadam kebakaran dalam usaha memadamkan api.
Pada waktu si fotografer tiba di tempat kejadian, ternyata dia tidak bisa mengambil gambar yang bagus karena asap yang begitu tebal dan banyaknya kerumunan orang. Dia berpikir bahwa mustahil bisa melakukan tugasnya dengan baik. Akhirnya dia mengajukan permohonan kepada atasannya untuk menyewa sebuah pesawat kecil agar dia dapat mengambil gambar dengan leluasa dari atas. Sang atasan menyetujui. Fotografer tersebut diberitahu untuk segera menuju ke bandara karena di sana pesawat sudah menunggunya.
Setibanya di bandara, dia melihat sebuah pesawat kecil yang sedang dipanaskan mesinnya. Dia langsung naik ke dalam pesawat itu dan berkata kepada pilotnya, "Ayo, kita berangkat!" Pilot langsung menerbangkan pesawat kecilnya dan beberapa menit kemudian mereka sudah berada di udara.
Fotografer berkata, "Terbanglah di atas hutan yang terbakar itu kemudian rendahkanlah pesawat ini, jadi aku bisa mengambil beberapa gambar yang bagus."
"Mengapa?" si pilot bertanya.
"Ya .., karena aku adalah seorang fotografer dan memotret adalah tugasku." si fotografer menjelaskan.
Selama beberapa saat si pilot terdiam sampai akhirnya dia berkata, "Berarti ... anda bukan pelatih terbang saya!!?"
"Hal itu tidak dapat dibantah, karena itu hendaklah kamu tenang dan janganlah terburu-buru bertindak." (Kisah Para Rasul 19:36)
@ sabda.org (208)
Labels: cerita lucu, cerita rohani, Fotografer, GKPA, Naposo, NGKPA
Wednesday, March 11, 2009

Seorang pendeta memarahi seorang anggota jemaat yang juga seorang pemabuk. Ia berkata, "Joe, wiski merupakan musuhmu yang terbesar. Jauhilah sedapat mungkin." "Bukankah anda berkata di dalam khotbahmu bahwa kita harus mengasihi musuh kita?" "Tentu", jawab pendeta, "namun aku tak pernah mengatakan bahwa anda harus menelannya."
Labels: cerita lucu, cerita rohani, jack daniels, kasihilah musuhmu, Naposo, NGKPA, wisky
Saturday, February 28, 2009

Seorang warga Indonesia meninggal dan karena amal perbuatannya buruk lalu ia dikirim menuju ke neraka. Di sana ia mendapatkan bahwa ternyata neraka itu berbeda-beda bagi tiap negara asal.
Pertama ia ke neraka orang-orang Inggris dan bertanya kpd orang-orang Inggris disitu: "Kalian diapain sini?" Orang Inggris menjawab: "Pertama-tama, kita didudukan diatas kursi listrik selama satu jam. Lalu didudukan di atas kursi paku selama satu jam lagi. Lalu disiram dengan bensin dan disulut api. Lalu, setan Inggris muncul dan memecut kita sepanjang sisa hari."
Karena kedengarannya tidak menyenangkan, si orang Indonesia menuju keneraka lain. Ia coba melihat-lihat bagaimana keadaan di neraka AS, neraka Israel , neraka Rusia dan banyak lagi. Ia mendapatkan bahwa kesemua neraka-neraka itu kurang-lebih mirip dengan neraka orang Inggris.
Akhirnya ia tiba di neraka orang Indonesia sendiri,dan melihat antrian sangat sangat panjangnya yang terdiri dari orang berbagai bagai Negara (tidak cuman orang Indonesia saja) yang menunggu giliran untuk masuk neraka Indonesia . Dengan tercengang ia bertanya kepada yang ngantri: "Apa yang akan dilakukan di sini?"
Ia memperoleh jawaban: "Pertama-tama, kita didudukan diatas kursi listrik selama satu jam. Lalu didudukan di atas kursi paku selama satu jam lagi. Lalu disiram dengan bensin dan disulut api. Lalu setan Indonesia muncul dan memecut kita sepanjang hari."
"Tapi itu kan persis sama dengan neraka-neraka yang lain toh Kenapa dong begitu banyak orang ngantri untuk masuk kesini?" "Disini service-nya sangat buruk, kursi listriknya nggak nyala, karena harga listrik naik terlalu tinggi dan sering mati, kursi pakunya nggak ada, jadi tinggal pakunya aja ukurannya kecil kecil pula, karena kursinya sering diperebutkan, bensinnya juga nggak ada tuh, karena harganya melambung tinggi, dan setannya adalah mantan pegawai negeri, jadi ia cuma datang, tanda tangan absensi, lalu pulang."
Labels: cerita lucu, GKPA, humor, Neraka, NGKPA