Showing posts with label NGKPA. Show all posts
Showing posts with label NGKPA. Show all posts

Monday, October 26, 2009

Ketua : Ezra E. Nainggolan, SE
Wkl. Ketua : Asnawi Krismastopo Harahap, S.Hut
Sekum : David Ritonga
Wkl. Sekum : Matur Hasibuan
Bendahara : Rumiana Siregar




Saturday, October 17, 2009

Ternyata Ayah Itu Menakjubkan


Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai.

Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan.


Ayah akan tetap memasang kereta api listrik mainanmu selama bertahun-tahun, meskipun kamu telah bosan, karena ia tetap ingin kamu main kereta api itu.

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka. Karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil, tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak lucu dan menyayangi.

Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis…. jadi dia menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak kepala Innocent.

Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih, agar kau bisa “melihat” para malaikat bergelantungan di sana dan agar kau selalu bisa mengenalinya.

Ayah selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika terbaru.

Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.

Ayah benar-benar senang membantu seseorang… tapi ia sukar meminta bantuan.

Ayah terlalu lama menunda untuk membawa mobil ke bengkel, karena ia merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.

Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?…. mmmmhhh…” tidak terlalu mengecewakan” Frown.

Ayah akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya dalam keluarga yang dapat memasak tumis kangkung rasa barbecue grill. (*_~).

Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam… walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati.

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanmu dihari pertama masuk sekolah

AYAH ITU MURAH HATI…..

Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan…. .

Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. ….

Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan menghabiskannya kalau kamu tidak suka…..

Ia menghentikan apasaja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara…

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….

Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.. .. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….

Ayah akan berkata “tanyakan saja pada ibumu” ketika ia ingin berkata “tidak”.

Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin

Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi.

Ayah mengatakan “tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya….

Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri….

Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

Ayah mengira seratus adalah tip..; Seribu adalah uang saku..; Gaji pertamamu terlalu besar untuknya…

Ayah tidak suka meneteskan air mata …. ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis). Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster… tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

Kalau tidak salah ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”

Untuk masadepan anak lelakinya Ayah berpesan: “jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”

Dan untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan: “jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”

Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu….

Ayah bisa membuatmu percaya diri… karena ia percaya padamu…

Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….

Dan terpenting adalah… Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

Dan untuk semua yang sedang merindukan Ayah, ssssssssttt…!

Tau gak siii? Ternyata ayah itu benar-benar MENAKJUBKAN

Sumber : Unknown (Tidak Diketahui)

Friday, October 9, 2009

Pentingnya Berdoa!!


Efesus 6:18 mengatakan, "Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan
berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak
putus-putusnya untuk segala orang kudus." Jika kita merenungkan ayat
ini, maka orang Kristen yang cerdas tentu tergerak hatinya dan akan
berkata, "Aku harus berdoa, berdoa, sekali lagi berdoa. Aku harus
berdoa dengan segenap hati dan kekuatanku." Kata "setiap waktu,
permohonan yang tak putus-putusnya, segala orang kudus, dan
berjaga-jagalah" artinya "tidak tidur". Rasul Paulus mengetahui
sifat manusia yang malas, terutama malas untuk berdoa. Alangkah
jarangnya kita berdoa sampai kita tahu bahwa kita telah memperoleh
permintaan yang sudah kita doakan. Sering kali, gereja dan
orang-orang Kristen hampir sampai kepada berkat di dalam doa mereka,
tetapi pada saat itu mereka mengantuk dan berhenti.

Mengapa doa yang tekun, tak kunjung padam, berjaga-jaga, dan
berkemenangan sangat penting?


1. Sebab ada iblis.

Iblis memunyai banyak tipu muslihat. Dia tidak pernah berhenti,
selalu membuat rencana untuk menjatuhkan anak-anak Tuhan. Efesus
6:12-13 berkata, "Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah
dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan
penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap
ini, melawan roh-roh di udara. Sebab itu ambillah seluruh
perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan
perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah
kamu menyelesaikan segala sesuatu."

2. Kegagalan yang kita alami di dalam hidup dan pekerjaan kita
adalah karena melalaikan doa.

Yakobus 4:2 mengatakan, "Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena
kamu tidak berdoa." Kata-kata itu mengandung rahasia dari
kemiskinan dan kelemahan orang Kristen karena lalai di dalam
berdoa. Banyak orang Kristen bertanya, "Mengapa aku sedikit
sekali maju di dalam kehidupan imanku?" Banyak pendeta bertanya,
"Mengapa pekerjaanku begitu sedikit buahnya?" Banyak guru sekolah
minggu bertanya, "Mengapa hanya sedikit yang bertobat di dalam
kelas saya?" Jawab-Nya, "Lalai di dalam berdoa."

3. Berdoa menjadikan seseorang berkenan kepada Allah.

Bila tanggungan dari gereja pertama bertambah-tambah dan
mendesak, mereka "menghimpunkan sekalian murid yang banyak itu,
serta berkata: `Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan
firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudara,
pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik dan yang
penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas
itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa
dan pelayanan firman.`" Jelas sekali surat kiriman Rasul Paulus
kepada gereja-gereja dan orang-orang saleh tentang doanya untuk
mereka: bahwa banyak sekali waktu dan tenaganya dipergunakan
untuk berdoa (Roma 1:10; Efesus 1:16; Kolose 1:9; 1 Tesalonika
3:10; 2 Timotius 1:3).

4. Berdoa mengambil bagian terpenting dalam kehidupan Yesus.

Markus 1:35 mengatakan, "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap,
Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan
berdoa di sana." Hari yang telah lampau adalah hari yang sangat
sibuk, tetapi Yesus mengurangi jam tidur-Nya, sehingga Ia boleh
bangun dini hari dan bertekun di dalam doa. Lukas 6:12 berkata,
"Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan
semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah." Juru Selamat kita
menganggap perlu sekali untuk kadang-kadang berdoa sepanjang
malam. Di dalam keempat Injil, perkataan berdoa dipakai
sekurang-kurangnya 25 kali. Jelas bahwa berdoa memakan banyak
waktu dan tenaga. Seorang yang tidak menggunakan banyak waktunya
untuk berdoa tidak dapat disebut pengikut Tuhan Yesus Kristus
yang sejati.

5. Doa adalah bagian yang terpenting dari pekerjaan Tuhan Yesus.

Pekerjaan Tuhan Yesus tidak berhenti dengan kematian-Nya.
Pekerjaan penebusan dosa telah selesai pada waktu itu, tetapi Ia
bangkit dan naik ke surga serta duduk di sebelah kanan Allah
Bapa. Ia memulai pekerjaan lain untuk kita yang sama pentingnya
dengan pekerjaan penebusan dari dosa itu. Ibrani 7:25 berkata,
"Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua
orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup
senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka." Ayat ini menerangkan
bahwa Tuhan Yesus dapat menyelamatkan kita dengan sempurnanya,
sebab Ia tidak hanya mati, tetapi Ia juga hidup, serta
menerangkan apa tujuan hidup-Nya sekarang, yaitu "memohonkan
syafaat bagi kita" dengan berdoa. Berdoa ialah pekerjaan yang
terpenting yang diperbuat oleh-Nya pada hari ini. Karena
doa-doa-Nya, maka Ia sedang menyempurnakan iman kita.

Roma 8:34 mengatakan, "Siapakah yang akan menghukum mereka?
Kristus Yesus yang telah mati? Bahkan lebih lagi yang telah
bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang menjadi
Pembela bagi kita?" Jika kita bekerja bersama-sama dengan Yesus
di dalam pekerjaan-Nya, kita harus menggunakan banyak waktu untuk
berdoa dan kita harus berdoa dengan sungguh-sungguh, tekun,
berjaga-jaga, dan berkemenangan. Saya tidak mengetahui sesuatu
yang lain yang dapat memengaruhi saya demikian kuat untuk berdoa
pada segala masa dengan tekun, kecuali pengertian bahwa berdoa
adalah pekerjaan terpenting dari Tuhan Yesus Kristus yang telah
bangkit. Saya mau bersekutu dengan Dia, dan untuk mencapai maksud
itu, saya meminta kepada Tuhan, bagaimana Ia boleh menjadikan
saya seorang pengantara, untuk menjadikan saya seorang yang tahu
bagaimana seharusnya berdoa, dan seorang yang menggunakan banyak
waktu untuk berdoa.

6. Berdoa adalah jalan yang ditunjukkan Allah agar kita menerima
berkat dan menemukan kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan
tepat pada waktunya.

Ibrani 4:16 mengatakan, "Sebab itu marilah kita dengan penuh
keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima
rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan
kita pada waktunya." Kata-kata itu menerangkan bahwa Allah
menunjukkan suatu jalan, bagaimana kita dapat menerima berkat dan
anugerah. Jalan itu ialah berdoa dengan sepenuh hati, dengan
keyakinan, dan dengan kata-kata yang jelas. Ada anugerah yang
besar bagi kita, dan kita mendapatkannya dengan berdoa. Alangkah
baiknya apabila kita mau menginsyafi keagungan anugerah Allah
yang kita miliki sebagai jawaban kepada permintaan kita, yaitu
betapa tingginya, dalamnya, panjangnya, dan lebarnya kasih Allah.
Dengan mengingat hal ini, kita seharusnya menggunakan waktu lebih
banyak untuk berdoa. Ukuran dari anugerah yang diberikan kepada
kita ditentukan oleh ukuran dari doa-doa kita. Siapakah yang
tidak merasa bahwa ia membutuhkan anugerah yang berlimpah-limpah?
Bertekunlah di dalam doa. Dalam hal ini, Allah menghendaki supaya
kita mengucapkan setiap permohonan kita dengan iman dan tanpa
rasa malu.

7. Berdoa dalam nama Tuhan Yesus adalah jalan yang ditunjukkan oleh
Tuhan Yesus sendiri kepada murid-murid-Nya untuk menerima
kesukaan yang berlimpah-limpah.

Yohanes 16:24 mengatakan, "Sampai sekarang kamu belum meminta
sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima,
supaya penuhlah sukacitamu." Siapakah orangnya yang tidak
berharap supaya kesukaannya disempurnakan? Dan jalan supaya hal
itu dapat terlaksana ialah dengan berdoa di dalam nama Tuhan
Yesus. Mengapa berdoa dalam nama Tuhan Yesus membawa kesukaan
yang berlimpah-limpah? Pertama, karena kita telah menerima apa
yang kita minta. Tetapi hal ini bukan satu-satunya sebab, atau
sebab yang terbesar. Hal ini menjadikan Allah sungguh-sungguh
nyata di dalam kehidupan kita. Ia adalah Allah yang hidup! Tidak
ada kesukaan di bumi atau di surga yang melebihi kesukaan
bersekutu dengan Allah, dan berdoa dalam nama Tuhan Yesus membawa
kita dalam persekutuan dengan Dia. Penulis Mazmur tentu tidak
hanya berkata tentang berkat di kemudian hari, tetapi juga berkat
saat ini, ketika ia berkata, "... di hadapan-Mu ada sukacita
berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada hikmat senantiasa"
(Mazmur 16:11). Alangkah besarnya kesukaan yang tak terkatakan
ketika kita masuk ke hadirat Tuhan melalui doa.

8. Berdoa dengan ucapan syukur adalah tujuan yang Allah tunjukkan
agar kita menerima kebebasan dari segala kekhawatiran serta
memperoleh damai sejahtera Allah.

"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi
nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa
dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang
melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam
Kristus Yesus" (Filipi 4:6-7). Ayat ini menerangkan kepada kita
bagaimana kehidupan itu dapat dicapai oleh tiap-tiap orang-orang
Kristen. "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga."
Ayat ini menerangkan kepada kita bagaimana jalannya yang amat
sederhana itu, "Tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu
kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."
Tidakkah hal ini cukup jelas dan sederhana adanya? Karena itu,
berhubunganlah selalu dengan Allah, dan bila kesukaran atau
gangguan mendatangi engkau, katakanlah hal itu kepada Dia, dan
ucapkanlah syukur kepada tiap-tiap perkara yang telah dikerjakan
bagi Anda. Apakah hasilnya nanti? "Damai sejahtera Allah, yang
melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam
Kristus Yesus."

Beberapa dari kita membiarkan kesibukan hidup mendesak doa kita,
dan betapa banyak waktu dan tenaga yang dibuang dengan sia-sia
karena kita terus bersusah hati! Satu malam di dalam doa akan
menyelamatkan kita dari beberapa malam dengan penyakit insomnia.
Waktu yang digunakan di dalam doa bukan merupakan waktu yang
terbuang sia-sia, melainkan waktu yang dipergunakan untuk
kepentingan besar.

9. Berdoa adalah cara yang ditunjukkan oleh Allah untuk menerima Roh
Kudus.

Tuhan Yesus berkata, "Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi
pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di
sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta
kepada-Nya" (Lukas 11:13). Banyak orang telah menerima Roh Kudus
pada waktu mereka menyerahkan diri pada Tuhan sebelum mereka
sempat berdoa. Tetapi banyak yang mengalami baptisan Roh Kudus
ketika mereka berlutut atau berhadapan dengan Allah, baik
sendirian atau bersama-sama dengan orang lain. Pada suatu pagi di
dalam ruangan doa di gereja di Chicago, di mana beberapa ratus
orang berkumpul untuk berdoa, Roh Kudus dicurahkan demikian nyata
dan tempat itu penuh dengan hadirat-Nya, sehingga tak seorang pun
dapat berkata-kata atau berdoa, tetapi sukacita memenuhi tempat
itu.

10. Berjaga-jaga agar hati kita tidak dipenuhi dengan kenikmatan
dunia.

Lukas 21:34-36 berkata, "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan
sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta
kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan
dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab
ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah
senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk
luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan
berdiri di hadapan Anak Manusia." Menurut ayat ini, hanyalah ada
satu jalan untuk bersiap-siap bila Yesus datang untuk yang kedua
kalinya, yaitu berjaga-jaga dan berdoa sungguh-sungguh.

11. Karena segala sesuatu diakibatkan oleh doa.

a. Doa memelihara pertumbuhan kerohanian kita.

"Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku
dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku
serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!" (Mazmur
139:23-24). Maka Allah menembus dengan cahaya-Nya yang terang
ke dalam tempat-tempat yang tersembunyi di dalam hatiku, dan
dosa-dosa yang tidak pernah kucurigai, dinyatakan dengan
jelas. Sebagai jawaban doa, Allah mencuci saya dari kejahatan
dan dosa (Mazmur 51:2). Sebagai jawaban kepada doaku,
"Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang
keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu" (Mazmur 119:18). Sebagai
jawaban doa, saya mendapat hikmat untuk mengerti jalan Allah
(Yakobus 1:5) dan kekuatan untuk berjalan di dalamnya. Ketika
saya bertemu dengan Tuhan dan memandang muka-Nya di dalam
doa, saya diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya dalam
kemuliaan yang semakin besar (2 Korintus 3:18). Tiap-tiap
hari di dalam kehidupan doa yang sungguh-sungguh, menyebabkan
saya bertambah-tambah menjadi serupa dengan Allahku yang
Mahamulia.

John Welch, menantu John Knox, adalah salah satu dari
orang-orang yang paling setia di dalam doa yang pernah
dikenal oleh dunia. Ia berpendapat bahwa suatu hari yang
tidak dipergunakan untuk berdoa dan mempelajari sabda Allah
selama 7 atau 8 jam adalah hari yang dipergunakan dengan
sia-sia. Seorang tua berkata tentang John Welch setelah ia
meninggal dunia: "Teladannya seperti Kristus." Bagaimanakah
ia telah menjadi demikian seperti Tuhannya? Kehidupan doanya
menerangkan hal itu.

b. Doa mendatangkan kuasa di dalam pekerjaan kita.

Jika kita ingin memperoleh kuasa dalam pelayanan yang kita
lakukan, mungkin berkhotbah, menjadi guru, atau mendidik
anak-anak kita, kita bisa mendapatkannya melalui doa. John
Livingstone menggunakan 1 malam untuk berdoa kepada Allah.
Ketika ia berkhotbah pada hari yang berikutnya di salah satu
gereja, 500 orang bertobat, atau sejak waktu itu mereka
mendapat pertolongan rohani di dalam hidup mereka. Doa dan
kuasa selalu berdampingan.

c. Doa berfaedah bagi pertobatan orang lain.

Doa merupakan senjata paling ampuh yang dapat dilakukan
ketika segala sesuatu yang kita lakukan menemui jalan buntu.
Karena doa, maka musuh-musuh yang paling besar dari Injil
telah menjadi pahlawan Injil yang paling berani, orang-orang
berdosa yang amat buruk telah menjadi anak-anak Allah yang
benar, dan perempuan yang hina telah menjadi orang-orang
saleh yang sejati. Alangkah besar kuasa dari doa.

d. Berdoa mendatangkan berkat kepada gereja.

Sejarah gereja menunjukkan bahwa gereja selalu mengalami
kesukaran-kesukaran berat. Iblis benci kepada gereja dan
berupaya dengan segala tipu muslihatnya untuk merintangi
kemajuannya dengan pengajaran palsu dan perpecahan. Berdoa
akan menghapuskan pertentangan di antara kita anak-anak
Tuhan, mengurangi salah mengerti, menghapuskan iri hati dan
kebencian, membasmi perkara-perkara yang tak senonoh, dan
mendatangkan kepenuhan sejahtera Allah.

Zaman Knox, Wesley, Whitefield, Edwards dan Brainerd, Finney,
tahun 1857 di Amerika dan tahun 1859 di Irlandia, adalah
zaman kegerakan besar, dan hal itu juga akan terjadi di zaman
kita! Setan telah mengatur tenaga-tenaganya! Christian
Science dengan Kristusnya yang palsu (berupa seorang
perempuan), menegakkan kepalanya dengan megah. Orang-orang
Kristen yang setia kepada alasan-alasan yang besar dari
kebenaran Injil, berpandang-pandangan dengan kecurigaan.
Iblis sedang merayakan pesta besar-besaran. Hari ini hari
yang gelap, tetapi ... sekarang "waktu untuk bertindak telah
tiba bagi Tuhan; mereka telah merombak Taurat-Mu" (Mazmur
119:126). Dan Ia sedang siap untuk bekerja, dan sekarang Ia
sedang mendengarkan suara dari doa-doa anak-anak-Nya. Apakah
Ia akan mendengar? Apakah Ia akan mendengar doa Anda? Apakah
Ia akan mendengar doa gereja sebagai satu tubuh, yaitu
tubuh-Nya sendiri? Saya yakin Dia mau!

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Bagaimana Kita Patut Berdoa
Judul asli buku: How to Pray
Penulis: R.A. Torrey
Penerjemah: R.G. Yohanes
Penerbit: YAKIN, Surabaya
Halaman: 5 -- 24



Thursday, October 8, 2009

Kongres Day 2

Hari kedua dimulai dengan bangun telat, dan sedikit sarapan yang sangat lezat...hehehe
- Semua konsentrasi di persidangan hari ke-2....mata tertuju kepada materi kongres.
- Selanjutnya mengunggu pembagian komisi
- dan dimalam harinya dimulailah pertandingan CTA dan Tenis Meja
dimana setiap resort menurunkan atlet2 terbaiknya yang sudah mengikuti pelatihan di parlagutan masing2...^_^

Akhirnya tiba juga waktu istirahat, tanpa ba..bi..bu lagi langsung aja deh TEPAR..!!

Besok lagi dilanjutin.




Wednesday, October 7, 2009

Hari I Kongres

wah..wah..wah..udah lama juga blog ini ga di update ya..
maaf ya kawan2 yang udah datang ke blog ini masih baca postingan yang udah basi...^_^


okay deh...sekarang aq mau ceritain tentang pengalaman kami menuju kongres ke-VII NGKPA.
Kami naposobulung utusan dari Resort Medan Timur berangkat sebanyak 16 orang. Untuk peserta kongres berangkat sebanyak 5 orang yaitu:
* Asnawi Krismastopo Harahap, S.Hut (Parlagutan Medan Timur)
* Sabat H.K Siregar, SP (Parlagutan Medan Timur)
* Jhansen Fransisco Pospos (Parlagutan Mandala)
* Febry Anne br Gultom (Parlagutan Mandala)
* Lerna br Pasaribu (Parlagutan Mandala)

para peserta yang lain menyusul pada tanggal 02 Oktober 2009.

Para peserta yang berangkat pada gelombang yang pertama menginap di kantor pusat bersama dengan para peserta dari resort yang lain. Hari pertama saja perasaan ini sudah begitu gembiranya bisa bertemu kembali dengan teman2 dari resort yang lain.

Oke deh itu dulu yg aku posting, lagi ada panggilan darurat neh...SYALOOMMM!!!!


Friday, July 10, 2009


Matius 15:21-28 “Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya?” (Lukas 18:7a)

Berdoalah sampai sesuatu terjadi…

Banyak orang datang kepada Yesus untuk menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan mereka tetapi tidak semua orang dapat bertahan dalam menanti jawaban Tuhan. Apalagi jika harus melewati tantangan... tantangan waktu, harga diri, atau pun orang-orang dekat yang nampak sama sekali tidak mendukung. Hal-hal ini dapat membuat kita patah semangat, memilih untuk mundur bahkan mungkin mulai berpikir untuk mencari jalan keluar… selain Yesus.


Wanita Kanaan dalam Matius 15:21-28 memiliki pergumulan berat. Dia adalah seorang wanita yang berasal dari bangsa yang tidak percaya kepada Yesus. Tetapi waktu dia mengetahui Yesus ada didaerahnya, wanita ini datang dan mulai berseru kepada Yesus. Hanya satu yang dia inginkan, yaitu anaknya sembuh. Tetapi tidak semudah yang mungkin dia bayangkan… karna ternyata, Yesus sama sekali tidak menjawab seruannya… bahkan mungkin saja saat itu Yesus tidak menengok sedikit pun pada wanita ini. Ditambah lagi dengan sikap murid-murid yang malah meminta Yesus agar menyuruh wanita ini pergi, karena merasa terganggu dengan teriakannya.

Hari-hari ini, disaat kita mengalami pergumulan berat, terkadang justru hadir orang-orang yang sepertinya bisa memberi jalan keluar, tetapi sesungguhnya mereka sementara membuat kita menjadi lemah dalam pengharapan kepada Tuhan. Tanpa disadari sikap dan keinginan mereka sebenarnya bertujuan untuk meminta kita berhenti saja berharap dan lebih baik mencari jalan keluar yang lain yang lebih aman tanpa harus capek berseru-seru kepada Tuhan, karena masalah yang kita hadapi sangat besar dan seakan mustahil untuk terus berharap kepada Tuhan dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menanti. Ya! Orang-orang tersebut seperti murid-murid Yesus yang sebenar merasa terganggu “kenyamannya” karena melihat keteguhan wanita ini dalam menanti pertolongan Tuhan.

Namun diperlakukan demikian tidak membuat wanita ini berhenti, bahkan disaat Yesus sendiri menyatakan bahwa Dia datang hanya untuk umat Israel pun, tetap membuat wanita ini pantang mundur (ayat 24). Dia malah semakin mendekati dan menyembah Yesus sambil berkata “Tuhan, tolonglah aku”. Tetapi Yesus malah menjawab “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Seakan Yesus mau mengatakan, “kuasa yang ada pada-KU ini hanya untuk "anak-anak" yaitu mereka yang pantas menerimanya, sedangkan kamu itu hanyalah seekor anjing. Pantaskah Aku memberikannya kepadamu?”

Sebenarnya inilah titik dimana wanita ini harus mundur dan berhenti berharap. Karena Yesus sendiri sudah mengatakan bahwa “tidak patut” engkau mendapat pertolongan itu, karena yang ada pada-Ku milik “anak-anak” dan bukan “anjing”.

Namun perkataan yang sangat “menghinakan” itu diterima olehnya bahkan dengan merendahkan dirinya ia berkata “ benar Tuhan, namun ANJING ITU makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya”(ayat 27).

Perhatikan, perkataan wanita ini “ANJING ITU!”. Seakan dialah anjing itu yang bersedia memakan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya, dan percaya bahwa walaupun hanya remah-remah… tetapi kalau itu berasal dari Yesus maka itu pun akan sanggup untuk menjawab apa yang menjadi kebutuhannya.
Wanita ini bersedia merendahkan dirinya karena dia memiliki iman yang sungguh bahwa Yesus sanggup untuk menjawab pergumulannya. Dia tidak mudah menyerah, dia tidak mundur, dan tidak pergi sebelum pergumulannya terjawab.

Dan akhirnya Yesus mengakui keteguhan wanita ini, kemudian berkata “ Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki.”

Saudara, sampai sejauh mana engkau berseru kepada Tuhan untuk pergumulan yang sedang engkau hadapi? Dan ketika engkau merasa banyak orang tidak mendukungmu untuk terus berharap, bahkan mungkin Yesus pun seakan “tetap diam.” Apa yang engkau lakukan? Mundur… kecewa… dan tidak mau lagi berharap???

Kalau wanita Kanaan yang berasal dari bangsa yang tidak percaya saja bisa menyentuh hati Yesus karena keyakinan dan keteguhannya, apalagi kita yang adalah anak-anak-Nya yang telah ditebus dengan darah-Nya yang kudus. Tidakkah ia akan menjawab seruan doa kita.?
Jangan pernah berhenti berseru… sampai Dia memberikan belas kasihan-Nya dan menjawab doamu.(PN)

Tuesday, July 7, 2009

Seekor anjing, berada di tengah jalan menjaga anjing lain yg mati karena tertabrak mobil. Dengan menggunakan kakinya, anjing tersebut berusaha membangunkan temannya.Dia terus berusaha mendorong temannya yg telah mati ke menepi ke sisi lain jalan, tetapi dia tidak sanggup melakukannya. Ketika orang-orang mau menolongnya, dia menyalak, mengusir mereka yg mendekati temannya yg telah mati.Walaupun lalulintas padat, dia tetap tidak mau menjauh dari sahabatnya.Banyak orang yg menyaksikan kejadian dan sangat mengharukan, betapa seekor anjing saja bisa menunjukan kesetiaan terhadap sahabatnya...







Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda menghargai teman dan sahabat Anda selama Anda masih hidup?

Teman itu seperti balon, sekali dilepas mungkin kita tidak akan mendapatkannya kembali.

Terkadang kita terlalu mempermasalahkan siapa yang benar dan siapa yang salah. Kita terlalu berpatokan pada prinsip "Yang salah harus meminta maaf pada yang benar." Seringkali kita tidak mau meminta maaf pada sahabat kita hanya lantaran kita merasa paling benar sendiri atau gengsi. Padahal sebenarnya dalam bersahabat, tidak peduli siapapun yang salah, keduanya harus saling meminta maaf dan memaafkan.

Terkadang kita terlalu sibuk dengan urusan kita sendiri hingga tidak sadar kalau kita tidak menghiraukan teman kita. Mungkin saat itu mereka sedang ada masalah dan butuh kita, sedangkan kita sendiri terlalu sibuk dengan urusan kita sendiri. Kalau sudah begitu, jangan salahkan kalau Anda tidak akan punya sahabat sejati seumur hidup Anda.

Berikan yang terbaik kepada teman-teman dan sahabat-sahabat kita. Jangan kecewakan mereka. Berusahalah untuk menjadi seorang teman dan sahabat bagi orang lain. Jangan menuntut sahabat Anda. Hingga suatu hari ketika Anda tidak ada, maka akan ada banyak orang yang akan menangisi kepergian Anda.

(Sumber : www.rumahrenungan.com )

Monday, July 6, 2009

YUSUF dan ISTRI POTIFAR


Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: “Marilah tidur dengan aku.” Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar
Kejadian 39:12

Bacaan: Kejadian 39:1-23
Setahun: Yosua 1-3

Seorang ayah menemukan majalah porno di kamar anak laki-lakinya yang masih remaja. Ia sangat terkejut. Dibukanya majalah itu. “Ya, ampun!” serunya dengan mata terbelalak. Lalu dibukanya lagi. “Ya, Tuhan!” ia makin kaget. Dan, ia terus membukanya. Sampai di halaman terakhir, “Ya, habis!” serunya pula. Itu hanya cerita humor. Humor itu hendak menunjukkan kebiasaan orang, yang saat tahu bahwa sesuatu itu dosa, bukannya menjauh, tetapi malah sengaja mendekat dan mencoba-coba.



Yusuf tidak bersikap demikian terhadap dosa. Ia terus digoda oleh istri Potifar, tetapi dengan tegas ia menolak. “Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau istrinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?” (ayat 8,9). Sampai suatu hari, pada saat di rumah sedang tidak ada siapa-siapa, godaan itu datang lagi. Dan, apa yang dilakukan Yusuf? Yusuf pun lari keluar (ayat 12).

Kita perlu meniru Yusuf yang berani bersikap tegas terhadap dosa. Lari keluar. Menjauh. Tidak lari di tempat, apalagi lari mendekat. Iblis sangat cerdik. Ketika kita belum jatuh, ia terus-menerus menggoda kita, “Ayolah, sekali-kali tidak apa-apa.” Akan tetapi, begitu kita terjatuh Iblis akan berkata kepada kita, “Yah, sudah telanjur jatuh. Sudahlah, ibarat kepalang basah, mandi saja sekalian!” —AYA

JANGAN BERMAIN-MAIN DENGAN DOSA

Kejadian 39:1-23
39:1 Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ.
39:2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.
39:3 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,
39:4 maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.
39:5 Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.
39:6 Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.
39:7 Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku."
39:8 Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku,
39:9 bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?"
39:10 Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.
39:11 Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorangpun tidak ada di rumah.
39:12 Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.
39:13 Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar,
39:14 dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka: "Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras.
39:15 Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar."
39:16 Juga ditaruhnya baju Yusuf itu di sisinya, sampai tuan rumah pulang.
39:17 Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada Potifar, katanya: "Hamba orang Ibrani yang kaubawa ke mari itu datang kepadaku untuk mempermainkan aku.
39:18 Tetapi ketika aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari ke luar."
39:19 Baru saja didengar oleh tuannya perkataan yang diceritakan isterinya kepadanya: begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu, maka bangkitlah amarahnya.
39:20 Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.
39:21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
39:22 Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.
39:23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

sumber : cute_charity (http://forum.wgaul.com/)

Saturday, July 4, 2009

Perpuluhan Pelajar, HARUSKAH??


Aku pernah mendengar penatua di gereja GKPA mengatakan kita harus memberikan perpuluhan, akan tetapi saya masih seorang pelajar dan belum mempunyai penghasilan, aku jadi bertanya-tanya, apakah perintah untuk memberi persepuluhan berlaku juga bagi pelajar? Apa yang saya tanyakan, mungkin juga bercokol di benak kita. Sebetulnya, apa sih yang dimaksud dengan persepuluhan itu?

Menurut teologian Jake Barnett, persepuluhan atau memberikan 10 % (sepersepuluh) dari penghasilan, telah dikenal sejak jaman dulu. Abraham dan Yakub adalah tokoh-tokoh di Alkitab yang secara sukarela memberi atau menyisihkan sepersepuluh dari pendapatan mereka untuk pekejaan Tuhan. Hukum Taurat menegaskan, bahwa bila bangsa Israel menggunakan persepuluhan ini bagi diri mereka sendiri (bukan untuk pekerjaan Tuhan), maka ini berarti mereka telah mencuri dari Allah.


Yang dimaksud memberi untuk pekerjaan Tuhan—dalam tradisi bangsa Yahudi—yakni memberi untuk kebaktian, termasuk pembangunan bait Allah dan fasilitasnya. Kemudian, memberi untuk hamba-hamba Allah, para imam, dan orang-orang Lewi. Dalam bangsa Israel, orang-orang yang disebutkan tadi, dapat berkonsentrasi pada pekerjaannya apabila dibebaskan dari keharusan mencari makan. Lalu, memberi untuk pekerjaan Tuhan juga berarti memberi untuk orang miskin. Di Alkitab, orang-orang miskin berhak atas pemberian dari Israel.

Jika dianalogikan dengan masa kini, ini berarti memberi untuk gereja Tuhan. Lalu untuk para pemuka, pendeta, guru Injil, pokoknya setiap orang yang mendedikasikan hidupnya untuk mengurusi jemaat. Kemudian untuk orang miskin dan pelayanan pekabaran injil.

Di kitab perjanjian baru, Yesus hanya sekali menggunakan kata persepuluhan, saat ia berbicara dengan kaum Farisi, “… persepuluhan dari selasih, ada manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan…” demikian yang tertulis dalam kitab Matius. Sedangkan Paulus, meski sering menekankan mengenai pemberian dalam ajarannya, tidak pernah menggunakan kata persepuluhan.

Ukuran sepersepuluh, menurut Barnett, adalah ukuran yang sangat bagus untuk memulai kebiasaan memberi (bagi pekerjaan Tuhan), tapi ini bukan satu-satunya patokan yang diajarkan Alkitab mengenai pemberian. Dalam perjanjian baru, konsep mengenai pemberian tidak sekadar dibatasi oleh sepersepuluh dari penghasilan, tetapi lebih dari itu seperti yang dikatakan Paulus kepada jemaat di Korintus, bahwa pemberian harus sebanding dengan pendapatan dan kemampuan mereka untuk memberi.

Omong-omong, Alkitab tidak pernah menyinggung mengenai apakah pelajar diwajibkan untuk memberi atau tidak. Jadi, sah-sah saja kalau kamu ingin memberi kepada Tuhan, dengan menyisihkan sebagian dari uang saku. Dan, jumlah pemberiannya tidak hanya dibatasi pada sepersepuluh—kalau sanggup—bahkan lebih dari itu. Lagi pula, di atas semua itu, kamu dituntut untuk tidak sekadar memberi uang melainkan juga tubuhmu, “… supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati” (Roma 12:1).

Tuesday, June 30, 2009


Mazmur 27:10
Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.

Beberapa orang tampaknya terobsesi dengan merendahkan orang lain; mereka membicarakan hal-hal yang negatif tentang Anda atau seseorang yang Anda kasihi, atau sesuatu yang Anda minati. Anda tidak selalu dapat mengabaikan masukan negatif, tetapi jangan biarkan orang, sistem atau keadaan-keadaan lain mempengaruhi perkiraan Anda tentang nilai Anda.

Sayangnya, Anda mungkin telah mengalami pengalaman-pengalaman traumatis yang menyakitkan saat seseorang memperlakukan Anda tidak adil, mengambil keuntungan dari Anda dan menolak Anda. Mungkin suami atau isteri Anda meninggalkan Anda dan Anda mengalami perceraian yang pahit. Mungkin seorang sahabat baik berpaling dari Anda tanpa alasan apa pun, dan sekarang Anda merasa sendirian serta tidak berharga. Atau, mungkin Anda merasa tertolak sebagai seorang anak, dan Anda sedang menjalani kehidupan dengan perasaan-perasaan bersalah dan malu. Mungkin Anda bahkan telah meyakinkan diri sendiri bahwa hal-hal negatif yang terjadi pada masa lalu Anda seluruhnya adalah kesalahan Anda, bahwa Anda tidak layak menerima apa pun selain sakit hati, penderitaan, rasa bersalah dan penghukuman.

dikutip dari http://www.cerita-kristen.com/




Wednesday, May 27, 2009

Kisah Tentang Seorang Pengemis

Suatu ketika di sebuah gurun pasir yang sangat panas dan kering ada seorang pengemis yang protes atau ngomel-ngomel. Si pengemis berbicara dalam hatinya dan memohon belas kasihan dari Tuhan siang itu. Ia mengatakan bila Engkau Tuhan Maha Pengasih mengapa engkau tidak memberiku sepasang sandal yang bisa aku gunakan di padang pasir yang panas dan kering ini. sambil berjalan si Pengemis ini mengumpat dan bertanya-tanya mengapa juga Tuhan tidak memberikan sepasanag sandal buatku.


Ketika dia berjalan di sepanjang gurun tersebut tiba-tiba dia melihat sesosok tubuh yang bergerak di atas pasir gurun yang panas itu. Setelah ia perhatikan dengan seksama tubuh tersebut betapa kagetnya dia, ternyata itu adalah seorang manusia yang tidak mempunyai kedua belah kaki dan tangan namun dengan tekad yang kuat dia ingin berjalan melewati gurun yang panas itu ke suatu tempat yang lebih teduh. Sambil berguling-guling (karena tidak mempunyai kaki dan tangan) orang tersebut melewati gurun itu dengan sabar sejengkal demi sejengkal.

Melihat kenyataan tersebut di depan matanya, kemudian si Pengemis dengan cepat bertekuk lutut sambil menangis kehadapan Tuhan. Dengan air mata yang berlinang si pengemis memohon ampun atas omelan yang ia katakan tadi kepada Tuhan. Dengan sujudnya itu si pemgemis mengucapkan terima kasih kepada Tuhan karena setidaknya ia memiliki kedua tangan dan kaki yang lengkap untuk bisa berjalan tanpa harus berguling-guling seperti orang yang ia lihat.

Kisah ini mengajarkan kepada kita bagaiamana kita harus selalu pasrah dan menerima apa yang Tuhan telah berikan kepada kita untuk kita jalani di kehidupan ini. Janganlah selalu melihat ke atas atau melihat orang yang mampu secara ekonomi lalu kita membandingkan kepada diri kita sendiri dengan menyatakan bahwa kita adalah orang yang miskin. Ketahuilah tiada seorangpun yang miskin di dunia ini, manusia adalah mahluk tertinggi atau puncak ciptaan dari seluruh ciptaan yang ada, dengan tubuh inilah kita bisa menghyati dan kembali kepada Tuhan. Tanpa tubuh manusia penghayatan akan Tuhan adalah mustahil.

Tuhan, ayah kita mengetahui apa yang terbaik buat diri kita janganlah kita meminta materi dan segala ciptaanya yang bisa menjerumuskan kita nantinya. Mintalah Tuhan sendiri untuk bersemayam di dalam diri kita sehingga seluruh ciptaan akan menjadi milik kita. Bila kita tidak tahu apa yang terbaik untuk diri kita bagaiamana mungkin kita bisa memohon dan mendoakan orang lain untuk suatu kedamaian, kesejahteraan, rezeki dll????

Tuesday, April 21, 2009

Paskah NGKPA Medan timur

Hari Sabtu tanggal 25 April 2009 nanti akan diadakan perayaan Paskah NGKPA Medan Timur, pada pukul 19.00 WIB,
bagi seluruh naposo bulung GKPA, postingan ini adalah undangan kepada saudara2 sekalian.

Bagi saudara2 yang bisa menyempatkan waktu untuk menghadiri acara perayaan Paskah NGKPA Medan Timur, kami ucapkan banyak terima kasih. Tuhan Memberkati.




Thursday, April 16, 2009

FOTOGRAFER


Seorang fotografer dari sebuah surat kabar terkenal ditugaskan kantornya untuk meliput peristiwa kebakaran di sebuah hutan. Dia diperintahkan oleh atasannya untuk mengambil beberapa gambar yang memperlihatkan keberanian para pemadam kebakaran dalam usaha memadamkan api.

Pada waktu si fotografer tiba di tempat kejadian, ternyata dia tidak bisa mengambil gambar yang bagus karena asap yang begitu tebal dan banyaknya kerumunan orang. Dia berpikir bahwa mustahil bisa melakukan tugasnya dengan baik. Akhirnya dia mengajukan permohonan kepada atasannya untuk menyewa sebuah pesawat kecil agar dia dapat mengambil gambar dengan leluasa dari atas. Sang atasan menyetujui. Fotografer tersebut diberitahu untuk segera menuju ke bandara karena di sana pesawat sudah menunggunya.



Setibanya di bandara, dia melihat sebuah pesawat kecil yang sedang dipanaskan mesinnya. Dia langsung naik ke dalam pesawat itu dan berkata kepada pilotnya, "Ayo, kita berangkat!" Pilot langsung menerbangkan pesawat kecilnya dan beberapa menit kemudian mereka sudah berada di udara.

Fotografer berkata, "Terbanglah di atas hutan yang terbakar itu kemudian rendahkanlah pesawat ini, jadi aku bisa mengambil beberapa gambar yang bagus."

"Mengapa?" si pilot bertanya.

"Ya .., karena aku adalah seorang fotografer dan memotret adalah tugasku." si fotografer menjelaskan.

Selama beberapa saat si pilot terdiam sampai akhirnya dia berkata, "Berarti ... anda bukan pelatih terbang saya!!?"


"Hal itu tidak dapat dibantah, karena itu hendaklah kamu tenang dan janganlah terburu-buru bertindak." (Kisah Para Rasul 19:36)


@ sabda.org (208)

Tuesday, April 7, 2009

Kesabaran


ORANG yang memiliki kesabaran, tidak mudah putus asa. Kenapa? Karena ada sesuatu yang kuat di dalam dirinya. Sekalipun didera masalah bertubi-tubi, dia tidak mudah putus asa. Sementara orang yang tidak memiliki kesabaran, jika dibelit persoalan, mungkin langsung ke-cewa dan menyerah pasrah. Orang seperti ini dengan sendirinya tidak bisa menikmati cinta kasih dan pertolongan Tuhan di dalam kehidupannya karena tidak merasakan munculnya kesabaran seba-gai suatu sudut pertahanan yang bisa menguatkan dirinya.

Orang yang memiliki kesabaran, tidak akan marah tanpa arah. Dalam Alkitab ada tertulis: jangan-lah amarahmu bertahan sampai matahari tenggelam. Maksudnya, sebelum matahari tenggelam, perasaan amarah itu sudah harus hilang. Ungkapan di atas mengan-jurkan agar sifat amarah itu jangan berlarut-larut. Sebab jika kemarah-an dibiarkan berlarut-larut, akan timbul kebencian. Rasa benci yang dipelihara akan berubah menjadi dendam. Rasa dendam berpotensi mengarahkan kita melakukan suatu tindakan dosa yang dampak-nya bisa sangat mengerikan.


Meski demikian, bukan berarti pula kita tidak boleh marah, sebab Yesus sendiri pernah marah. Marahlah kalau kebenaran diper-mainkan. Marahlah kalau kebebalan dipertontonkan. Marahlah karena kedegilan dan ketololan dilakukan berulang-ulang. Marah karena hal-hal seperti itu jelas memiliki arah. Tetapi marah tanpa arah adalah marah tanpa sebab dan tujuan yang jelas. Tidak ada masalah, marah. Salah sedikit, marah-marah. Itu contoh-contoh kemarahan yang tidak punya arah. Orang yang suka marah tanpa arah, pada dasarnya sedang mem-pertontonkan bahwa dirinya tidak punya pegangan. Orang seperti ini sangat sensitif, sangat emosional. Orang yang memiliki sifat semacam ini kondisinya juga sangat labil. Kenapa? Karena dia tidak memiliki akar atau pegangan yang kuat, sehingga tidak punya daya tahan. Dan orang-orang semacam inilah yang gampang putus asa. Dari sini dapat pula ditarik se-macam kesimpulan bahwa, kemarahan itu timbul karena faktor ke-putusasaan. Kemarahan itu timbul karena
tidak berakar pada satu kekuatan yang solid sehingga membuatnya sangat labil, yang pada gilirannya membuatnya tidak memiliki kemampuan mengendalikan diri. Oleh karena itu, kita mutlak harus memiliki kesabaran sebagai sesuatu yang telah Tuhan anugerahkan ke-pada kita. Dan itu wajib kita aplikasikan dalam hidup kita sehari-hari.

Yang kedua, orang yang mem-punyai kesabaran, melihat perma-salahan sebagai anak tangga menuju kemajuan. Jika dia terbentur pada suatu masalah, dia tidak lari. Sebab dia justru melihatnya sebagai anak tangga menuju kemajuan. Karena jika ada orang yang sudah biasa dan bisa melewati masalah, dengan sendirinya dia punya pengalaman menangani/mengatasi masalah. Orang yang sudah terbiasa mengatasi masalah, dengan sendirinya daya tahannya makin bertambah. Jadi, masalah merupakan sebuah latihan baginya, sebuah ujian yang sangat penting.

Orang-orang Kristen saat ini, kebanyakan cenderung menjadi cengeng. Ini terjadi pada orang-orang yang punya anggapan bahwa dengan percaya kepada Tuhan, kita tidak bakal dapat masalah lagi. Bagi orang-orang seperti ini, Tuhan adalah tempat membereskan semua persoalan. Tuhan hanya sebagai tempat pelarian atau pelampiasan emosi. Sikap ini jelas kontra-produktif dengan ucapan Yesus, "Mau ikut Aku? Sangkal dirimu, pikul salibmu." Ucapan Yesus itu tentu tidak sejalan dengan kecenderungan kebanyakan orang Kristen masa kini yang lari ke Tuhan hanya jika sedang dilanda persoalan. Sebalik-nya, jika sedang merasa senang, kita tidak punya waktu untuk Tuhan, tetapi sibuk dengan hantu. Maksudnya kita berasyik-masyuk dengan kenikmatan duniawi yang menjerumuskan.

Inilah bentuk kecenderungan yang salah, sehingga keberimanan kita kepada Tuhan, seringkali bukan ditakar atau diukur dari bagaimana kita menyenangkan Tuhan, tetapi bagaimana disenangkan oleh Tuhan. Orang Kristen yang punya sifat semacam ini, yang inginnya hanya disenangkan Tuhan, memiliki mentalitas yang sangat payah, dan sangat tidak layak menyandang predikat sebagai laskar Kristus. Sebab yang namanya laskar, tempatnya di medan tempur, dan permintaannya bukan bagaimana disenangkan oleh Tuhan. Laskar adalah suatu posisi yang sangat terhormat, karena dia diberi kepercayaan untuk berjuang. Jadi, namanya bukan laskar jika meminta baju dengan tanda bintang kehormatan. Laskar bukan orang yang tahunya hanya makan enak dan minum nikmat. Kecenderu-ngan semacam ini tentu membuat orang menjadi malas dan bahkan membahayakan bagi orang lain.

Seorang pengusaha sukses, tentu berjuang sehingga mampu membangun perusahaannya. Se-dangkan orang yang selama ini mendapat banyak fasilitas, keba-nyakan mengalami kegagalan. Banyak contoh membuktikan bahwa generasi pertama yang membangun sebuah perusahaan besar adalah orang-orang gigih, punya semangat juang tinggi, pantang menyerah meskipun didera berbagai kesulitan dan kesusahan yang luar biasa. Namun, tidak jarang anak-anaknya atau cucu-cucunya yang merupakan generasi kedua dan ketiga, yang tidak pernah merasakan masa-masa susah dan sulit, justru mereka inilah yang membuat perusahaan hancur. Tapi perlu diingatkan pula bahwa tidak semua orang mesti dibuat susah dulu, supaya berhasil. Yang jelas kita dituntut untuk bisa menghadapi segala masalah dan bertumbuh di situ.

Konsep ini harus ditanamkan supaya kita melihat bahwa setiap permasalahan itu adalah anak tangga menuju kemajuan. Jangan memotong kompas untuk bisa lari ke jalan yang mungkin lebih mudah, tetapi salah. Misalnya, jika sakit, kita berdoa supaya disembuhkan Tuhan. Namun saat Tuhan 'memperlambat' proses penyembuhan dalam rangka menguji, kita lari ke dukun. Ini jelas suatu contoh mentalitas yang payah.

Orang yang memiliki kesabaran memiliki daya tahan yang tangguh karena ada pengharapan yang kuat. Pengharapan dari mana? Pengharapan akan kasih Kristus. Pengharapan akan kasih yang menggelora dan terus berkem-bang dalam batin, membuat kita sangat kuat luar biasa.

Sunday, March 29, 2009

JARI TELUNJUK RAJA


Pada zaman dahulu hiduplah seorang raja dan menterinya. Walaupun raja itu kuat dan murah hati, dia memiliki watak yang sedikit keras. Sedangkan menterinya adalah seorang menteri yang arif bijaksana, sabar dan taqwa kepada Tuhan. Dalam urusan setiap hari, raja biasanya berpikir bahwa dirinyalah yang membuat segala sesuatunya terjadi, sedangkan sang menteri memahami bahwa segalanya adalah karunia Tuhan. Walaupun mempunyai perbedaan pendapat seperti ini, raja tetap menghargai menterinya dan mereka bersahabat akrab. Untuk melindungi warga negaranya dari serangan binatang berbahaya, raja dengan membawa busur dan anak panah sering berburu ke hutan bersama sekelompok kecil pasukan dan menterinya selalu menemani sang raja.


Pada suatu hari, ketika mereka pergi berburu, tiba-tiba seekor ular kobra besar menghadang kuda yang sedang ditunggangi oleh sang raja. Ular itu menyebarkan racun dari taring-taringnya. Kuda yang ketakutan kemudian meringkik sambil menaikkan kaki depannya sehingga membuat raja terjatuh di dekat ular kobra dan kobra itu segera menggigit jari telunjuk sang raja, kemudian ular itu pergi. Sang raja mengerti bahwa jika jari telunjuknya tidak segera dipotong, maka racun kobra akan menyebar ke seluruh tubuhnya dan akan sampai ke jantungnya dan akhirnya akan membunuh dirinya. Tanpa ragu sang raja mencabut pedangnya yang tajam dan segera memotong jari telunjuknya. Menterinya kemudian membalut tangan sang raja dan mencoba menenangkannya dengan kata-kata yang bijaksana, “terimalah hal ini hanya sebagai karunia Tuhan, terimalah sebagai salah satu dari rencana-Nya”. Sang raja kecewa dan tidak dapat menghargai pandangan menterinya. “Diam!”, sahut raja. Namun, menteri itu terus berbicara tentang karunia Tuhan sehingga raja menjadi sangat marah dan memberi perintah kepada prajuritnya. “Bawa kembali menteri yang bodoh ini ke kota dan penjarakan dia”. Kemudian dengan mantap sang raja melanjutkan acara berburunya hari itu. Walaupun dengan tangan terbalut, raja terus berburu sendirian mencari binatang buas di dalam hutan yang lebat.

Tidak lama kemudian sang raja yang sendirian ditangkap oleh segerombolan bandit. Mereka mengikat sang raja. Pimpinan bandit berkata kepada raja, “Ini hari mujurmu, aku akan mengorbankanmu kepada Devi Kali dalam pemujaanku. Tidak setiap hari beliau mendapatkan darah raja”. Akan tetapi sang raja menganggap dirinya sangat sial. Dengan kondisi terikat seperti itu dia tidak menemukan jalan selamat dari kematian berdarah di atas altar Devi Kali. Pimpinan bandit memerintahkan anak buahnya, “manusia yang akan kita persembahkan ini hendaknya dimandikan dengan bersih kemudian dibungkus dengan kain baru yang bersih”. Ketika bandit melaksanakan perintah itu, salah seorang diantaranya berteriak, “lihat, ada sebuah jarinya yang hilang”. Ketika memeriksa tangan sang raja, pimpinan bandit menjadi kecewa. “Kita tidak mungkin mempersembahkan manusia yang anggota bandannya tidak utuh kepada Devi Kali. Kalian bodoh! Bebaskan dia dan cari manusia lain”. Tanpa diduga raja dilepaskan dari ikatannya lalu menunggangi kidanya dan berlari cepat kembali ke kotanya.

Sesampainya di kota, sang raja langsung menuju penjara di mana menterinya ditahan dan memerintahkan agar menterinya dibebaskan. Kemudian raja memeluk menterinya dan meminta maaf, “atas karunia Tuhan aku telah kehilangan sebuah jari tanganku dan sebagai akibatnya aku lepas dari maut kematian”. Setelah menceritakan semua kejadian yang ia alami kepada menterinya, raja diam sejenak lalu berkata, “aku masih bingung, kalau segala sesuatu yang terjadi karena karunia Tuhan, bagimana tentang engkau yang dimasukkan ke dalam penjara?”. Menteri itu menjawab, “kalau anda tidak memenjarakan saya, saya pasti akan bersama anda ketika anda ditangkap, dengan melihat anggota bdan saya yang masih utuh pasti saya yang akan dikorbankan kepada Devi Kali oleh pemuja Kali itu”.

Akhirnya raja dan menteri itu tertawa lebar, air mata membasahi wajah mereka. Bahagia karena masih diberi kesempatan hidup. Mereka berdua setuju bahwa segala sesuatunya pastilah karunia dari Tuhan.

Oleh : I Ketut Lascarya, ST

Monday, March 23, 2009

Aku tidak dapat berdoa


Aku tidak dapat berkata, “Bapa”;

Jika aku tidak dapat menunjukkan hubungan ini dalam kehidupanku sehari-hari.

Aku tidak dapat berkata, “Kami”;

Jika agamaku tidak ada tempat untuk yang lain dan kebutuhan mereka.

Aku tidak dapat berkata, “Yang di Surga”;

Jika semua perhatian dan pencarianku adalah barang-barang duniawi.


Aku tidak dapat berkata, “Dikuduskanlah namaMu”;

Jika aku yang memanggil namaNya belum dikuduskan.

Aku tidak dapat berkata, “datanglah KerajaanMu”;

Jika aku tidak menyerahkan semua kekuasaanku dan menempatkan kuasa Tuhan pada tempatnya.

Aku tidak dapat berkata, “Jadilah kehendakMu”;

Jika aku tidak mau atau marah atas kehendakNya dalam hidupku.

Aku tidak dapat berkata, “Di bumi seperti di surga”;

Jika aku tidak benar-benar siap memberikan diriku sendiri untuk melayaniNya di sini dan saat ini.

Aku tidak dapat berkata, “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya”;

Jika aku tidak berusaha memenuhinya dengan usaha dan cara yang jujur atau dengan mengabaikan kebutuhan makan dari saudara seiman.

Aku tidak dapat berkata, “Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”;

Jika aku terus menyimpan dendam kepada siapapun.

Aku tidak dapat berkata, “Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan”;

Jika aku dengan sengaja memilih tinggal dalam suatu situasi di mana aku kemungkinan besar akan dicobai.

Aku tidak dapat berkata, “tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat”;

Jika aku tidak siap bertempur dalam peperangan rohani dengan perlengkapan senjata Allah.

Aku tidak dapat berkata, “Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan”;

Jika aku tidak taat dan tertib dalam kesetiaan kepada sang Raja.

Aku tidak dapat berkata,”Dan kuasa”;

Jika aku merasa takut akan apa yang orang di sekelilingku kerjakan atau katakan kepadaku.

Aku tidak dapat berkata, “Dan kemuliaan”;

Jika aku mendahulukan untuk mencari kemuliaanku sendiri.

Aku tidak dapat berkata, “Sampai selama-lamanya”;

Jika aku khawatir tentang peristiwa-peristiwa pada tiap hari.

Aku tidak dapat berkata, “Amin”;

Jika aku tidak berkata dengan jujur,”membayar harga yang seharusnya, ini adalah doaku”.



“Tuhan itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengarNya.”

(Amsal 15:29)

Saturday, March 21, 2009

Pujian yang ingin kau dengar

3 orang sahabat mengalami kecelakaan setelah merayakan pesta bujangan salah seorang diantara mereka. Rupanya minuman yang terlalu banyak membuat mereka mabuk dan tak mampu berkendaraan dengan baik. Untung bagi mereka, semuanya masuk surga lantaran telah menjalani hidupnya dengan baik. Di pintu surga mereka ditanyai seorang malaikat : ” Kalau Kalian bisa mendengar komentar orang-orang yang melayat, apa yang ingin Kalian dengar ? ”
Pemuda I : ” Saya ingin dipuji sebagai dokter sekaligus Ayah yang baik selama hidup Saya.”
Pemuda II : ” Kalau Saya ingin mendengar mereka berkata betapa Saya telah menjadi guru yang baik dan memberikan pengajaran yang baik untuk masa depan murid-murid. ”
Malaikat : ” Kamu bagaimana kok diam saja “, tanya malaikat kepada
Si Pemuda yang seharusnya menikah esok lusa.
Pemuda III : ” Saya tak ingin dipuji, Saya hanya ingin mereka berkata
“wow lihat dia akhirnya bergerak”




Friday, March 20, 2009

Tujuan Kematian Kristus


Oleh: John Owen

PENGANTAR

Pada kesempatan perayaan Hari PASKAH ini, saya tertarik untuk mengutipkan dua bab pendek dari buku klasik karya John Owen yang berjudul "The Death of Death in the Death of Christ". Dalam 2 bab ini dijelaskan tentang untuk siapa Kristus mati dan untuk tujuan apa Kristus mati.

Kiranya sebagian tulisan John Owen ini menolong kita untuk sekali lagi menyadari betapa pentingnya arti kematian Kristus bagi hidup kita masing-masing pribadi yang telah ditebus-Nya. Kematian Kristus bukan hanya menjadi fakta sejarah yang harus kita terima tetapi juga menjadi
fakta pembebasan kita dari kuasa dosa dan si jahat, dan sekaligus
menjadi kekuatan yang memungkinkan kita untuk hidup kudus di hadapan-Nya. Oleh karena kematian-Nya, maka kita sekarang boleh hidup dengan kuat kuasa-Nya!


BAB 2
UNTUK SIAPAKAH KRISTUS MATI?

Kita perlu memiliki kejelasan tentang untuk siapakah yang sebenarnya
mendapatkan manfaat dari kematian Kristus: Ada tiga kemungkinan:

1. Mungkin Allah Bapa, atau
2. Mungkin Kristus sendiri, atau
3. Mungkin kita
Ingatlah bahwa di sini saya sedang berbicara mengenai tujuan sekunder dari kematian Kristus; dengan pengertian ini, kita dapat menunjukkan bahwa kematian Kristus bukan bertujuan untuk memberikan manfaat bagi
Allah Bapa.

Kadangkala ada pendapat yang menyatakan bahwa Kristus mati untuk memungkinkan Allah mengampuni orang-orang berdosa, seakan-akan jika tidak menggunakan cara demikian Allah tidak mampu mengampuni kita.
Pernyataan tersebut mengesankan bahwa tujuan sekunder kematian Kristus adalah untuk memberikan maanfaat kepada Bapa. Pandangan semacam ini tidak benar dan bodoh berdasarkan alasan-alasan berikut:

1. Hal itu berarti Kristus mati untuk membebaskan Allah Bapa dari hal-hal yang menghalangi-Nya untuk berbuat yang Ia inginkan (misal, mengampuni orang berdosa) ketimbang membebaskan kita dari dosa kita. Tetapi seluruh bagian Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa
Kristus mati untuk membebaskan kita dari dosa.
2. Pernyataan tersebut berarti bahwa tidak ada seorangpun yang secara aktual telah diselamatkan dari dosa. Jika Kristus hanya mendapatkan kebebasan dari Bapa mungkin menggunakan - atau tidak menggunakan kebebasan tersebut! Jadi kematian Kristus tidak secara aktual telah mendatangkan keselamatan kita. Namun Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa Kristus benar-benar datang untuk menyelamatkan yang terhilang.

Berikutnya, kita dapat menunjukkan dengan pasti bahwa kematian Kristus bukan untuk memberikan manfaat bagi diri-Nya sendiri.

1. Karena Kristus adalah Allah, Ia telah memiliki semua kemuliaan dan kuasa yang dapat Ia miliki. Maka, di penghujung kehidupan-Nya di dunia, Ia tidak meminta kemuliaan lain selain kemuliaan yang telah Ia miliki sebelumnya (Yoh. 17:5). Ia tidak perlu mati untuk mendapatkan manfaat baru lainnya bagi diri-Nya sendiri.

2. Kadangkala muncul pendapat bahwa dengan kematian-Nya, Kristus
memperoleh hak untuk menjadi Hakim atas segala sesuatu. Tetapi jika tujuan kematian-Nya adalah demi mendapatkan kuasa untuk menghukum sebagian manusia, maka tidak mungkin Ia telah mati untuk
menyelamatkan mereka! Jadi sekalipun seandainya kita menerima
pendapat tersebut, kita tidak dapat menggunakannya untuk membuktikan bahwa Kristus mati untuk menyelamatkan seluruh manusia.

Karena itu, dapat kita simpulkan bahwa kematian Kristus pastilah
bertujuan untuk memberikan manfaat bagi kita. Kematian Kristus bukanlah supaya Bapa dapat menolong kita, jika Ia menginginkan. Bukan juga untuk mendapatkan beberapa manfaat baru bagi Kristus sendiri.

Oleh karena itu, pastilah bahwa kematian Kristus secara aktual
menghasilkan semua hal baik yang dijanjikan berdasarkan persetujuan-Nya dengan Bapa, yaitu untuk memberikan manfaat bagi mereka yang untuknya Ia telah mati. Jadi Ia mati hanya untuk mereka yang secara aktual menerima manfaat tersebut. Juga untuk membuktikan apa yang dikatakan Alkitab mengenal semua hal baik yang sekarang kita miliki.

Bab 3
APAKAH TUJUAN DARI KEMATIAN KRISTUS?

Kita akan mengulas tiga bagian ayat Alkitab yang berbicara mengenai apa yang dicapai melalui kematian Kristus.

Pertama, terdapat ayat-ayat Alkitab yang menunjukkan apa yang Allah ingin kerjakan melalui kematian Kristus. Saya telah memilih delapan ayat untuk kita amati walaupun masih banyak ayat lain yang dapat kita lihat.

1. Lukas 19:10. "Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan
menyelamatkan yang hilang."

Jelaslah bahwa Allah sungguh-sungguh bermaksud menyelamatkan yang terhilang melalui kematian Kristus.

2. Matius 1:21. "... engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah
yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

Segala hal yang perlu dilakukan untuk secara aktual menyelamatkan
orang-orang berdosa akan dilakukan oleh Yesus Kristus.

3. 1 Timotius 1:15. "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa."

Ayat ini tidak mengijinkan kita untuk beranggapan bahwa Kristus
datang semata-mata untuk membuat keselamatan orang-orang berdosa
dimungkinkan; ayat tersebut menegaskan bahwa Ia datang untuk secara aktual menyelamatkan mereka.

4. Ibrani 2:14, 15. "... supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jelan
demikian Ia membebaskan mereka... yang ... berada dalam perhambaan
..."

Apa lagi yang dapat lebih jelas dari ayat ini? Kristus datang untuk secara aktual membebaskan orang-orang berdosa.

5. Efesus 5:25-27. "Kristus telah mengasihi jemaat dan telah
menyerahkan diri-Nya baginya [jemaat] untuk menguduskannya ...
supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang ... kudus dan tidak bercela." Saya tidak dapat mengatakan yang lebih jelas daripada yang telah dikerjakan Roh Kudus dalam ayat ayat tersebut; Kristus mati untuk
menyucikan, menguduskan dan memuliakan gereja.

6. Yohanes 17:19. " ... Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran."

Tentu saja kita harus mendengar sang Penebus sendiri menyatakan
maksud kematian-Nya? Ia mati agar sebagian manusia (bukan seluruh
manusia, karena Ia tidak berdoa bagi seluruh manusia - ayat 9)
benar-benar dikuduskan.

7. Galatia 1:4. " ... yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita ..."

Sekali lagi, ayat ini menyatakan maksud kematian Kristus, yaitu
untuk secara aktual membebaskan kita.

8. 2 Korintus 5:21. "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah."

Demikianlah kita menjadi tahu bahwa Kristus datang supaya orang-
orang berdosa menjadi orang benar.

Dari semua ayat-ayat tersebut, jelaslah bahwa kematian Kristus
dimaksudkan untuk menyelamatkan, membebaskan, menguduskan dan
membenarkan semua yang untuknya Ia mati. Saya bertanya, apakah dengan demikian semua manusia akan diselamatkan, dibebaskan, dikuduskan dan dibenarkan? Ataukan Kristus telah gagal mencapai maksud-Nya? Karena
itu, baiklah kita bertanya kepada diri kita sendiri, apakah Kristus
mati untuk semua manusia, atau hanya untuk mereka yang secara aktual diselamatkan dan dibenarkan!

Kedua, terdapat ayat-ayat Alkitab yang berbicara bukan hanya mengenai apa maksud kematian Kristus, tetapi juga mengenai apa yang secara aktual telah dicapai oleh kematian tersebut. Saya telah memilih enam perikop:

1. Ibrani 9:12, 14. "dengan membawa darh-Nya sendiri ... Ia telah mendapat kelepasan yang kekal ... dan ... menyucikan hati nurani kita dari perbuatan yang sia-sia."

Di sini disebutkan dua akibat langsung dari kematian Kristus -
kelepasan yang kekal dan hati nurani yang disucikan. Barangsiapa
memiliki hal-hal yang tersebut adalah salah seorang dari mereka
yang untuknya Kristus mati.

2. Ibrani 1:3. "Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Maha-besar, di tempat yang tinggi."

Jadi ada penyucian rohani bagi mereka yang untuknya Kristus mati.

3. 1 Petrus 2:24. "Ia sendiri telah memikul dosa kita."

Di sini kita mendapatkan pernyataan mengenai apa yang dilakukan Kristus - Ia memikul dosa kita di atas kayu salib.

4. Kolose 1:21,22. "Juga kamu ... sekarang diperdamaikan-Nya ..."
Suatu keadaan damai secara aktual telah tercapai antara mereka yang
untuknya Ia telah mati dengan Allah Bapa.

5. Wahyu 5:9-10. "Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam ..."

Jelas ayat-ayat ini berbicara mengenai apa yang terjadi kepada
mereka yang untuknya Kristus mati, bukan mengenai semua manusia.

6. Yohanes 10:28. "Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka ..."

Kristus sendiri menjelaskan bahwa hidup diberikan kepada domba-
domba-Nya (ayat 27). Kehidupan rohani yang dinikmati orang-orang
percaya didapati mereka melalui kematian Kristus.

Dari keenam ayat-ayat ini (dan masih banyak lagi yang digunakan), kita dapat mengatakan bahwa jika kematian Kristus secara aktual membawa pembebasan, pembersihan, penyucian, penghapusan dosa, perdamaian,
hidup kekal dan kewarganegaraan surgawi, maka Ia pasti telah mati
hanya untuk mereka yang benar-benar mendapatkan hal-hal tersebut.

Jelas, bahwa tidak semua orang memperoleh semua anugerah tersebut! Oleh karena itu tidak mungkin kematian Kristus bertujuan untuk keselamatan seluruh manusia.

Ketiga, ayat-ayat Alkitab yang menjelaskan mengenai orang-orang yang untuknya Kristus mati, dimana mereka sering disebut "banyak" - contohnya: Yesaya 53:11; Markus 10:45; Ibrani 2:10. Tetapi kata-kata
"banyak" ini di banyak ayat Alkitab juga disebut sebagai:

Domba-domba Kristus Yohanes 10:15
Anak-anak Allah Yohanes 11:52
Anak-anak yang telah diberikan
Allah kepada Kristus Yohanes 17:9; Ibrani 2:13
Umat pilihan Roma 8:33
Umat yang dipilih Allah Roma 11:2
Jemaat Allah Kisah 20:28
Mereka yang dosanya ditanggung-Nya Ibrani 9:28

Sebutan-sebutan semacam itu tentu saja tidak ditujukan pada semua
manusia. Jadi anda lihat bahwa tujuan kematian Kristus seperti yang tertuang dalam Alkitab, tidak dimaksudkan bagi keselamatan setiap manusia.



Sumber:
Judul Buku : Kematian yang Menghidupkan (The Death of Death in the Death of Christ)
Judul Bagian : Tujuan Sebenarnya dari Kematian Kristus;
Apa yang Telah Ia Capai
Judul Artikel: Bab 2: Untuk Siapakah Kristus Mati? ;
Bab 3: Apakah Tujuan dari Kristus Mati?
Penulis : John Owen
Penerbit : Momentum
Halaman : 47 - 55

Wednesday, March 11, 2009

Kasihilah Musuhmu


Seorang pendeta memarahi seorang anggota jemaat yang juga seorang pemabuk. Ia berkata, "Joe, wiski merupakan musuhmu yang terbesar. Jauhilah sedapat mungkin." "Bukankah anda berkata di dalam khotbahmu bahwa kita harus mengasihi musuh kita?" "Tentu", jawab pendeta, "namun aku tak pernah mengatakan bahwa anda harus menelannya."




Tuesday, March 10, 2009

AKAN DATANG WAKTUNYA


Bacaan : 2 Timotius 4 : 1 - 8

Bacaan Setahun : Ulangan 5 - 7 & Markus 11 : 1 - 18

Tuhan, ajari kami dari firmanMu yang kudus. Tentang semua kesesatan yang harus dihindari. Dan kiranya cahaya rohMu menolong kami, menolak perangkap setan yang begitu membujuk. - Bosch

Sebuah artikel dalam harian USA Today memaparkan bagaimana orang tua zaman sekarang berusaha menyiapkan anak - anak mereka untuk dapat masuk ke dalam dunia yang meyakini beragam agama melalui suatu upacara. Ema Drouillard, diminta oleh sepasang orangtua yang ingin mengadakannya bagi bayi mereka, Greer.


Sang ibu berkata,"Yang kami inginkan adalah satu roh agung yang dapat menuntun anak perempuan kami, tetapi kami tidak ingin suatu hal yang spesifik. Yang penting ia bisa diterima masuk ke agama mana saja." Pasangan itu mengatakan," Kami hanya ingin Greer menganut agama Kristen kelas R-I-N-G-A-N, iman yang percaya pada malaikat dan peri, makhluk khayalan dan sinterklas. " Hal ini melukiskan begitu rendahnya penilaian yang diberikan pada kebenaran alkitabiah, suatu yang begitu lazim terjadi di dunia kita pada masa kini.

Rasul Paulus memperingatkan Timotius bahwa akan datang waktunya ketika orang akan lebih suka makanan rohani yang "ringan" dan tidak dapat lagi menerima ajakan sehat yang berisi ( 2 Timotius 4 : 3 - 4). Paulus memperediksikan bahwa ajaran sesat akan bertambah dan disukai banyak orang karena ajaran ini memenuhi kebutuhan daging mereka. Mereka rindu untuk dihibur dan menginginkan ajaran yang membuat mereka merasa nyaman dengan diri sendiri. Paulus memerintahkan Timotius untuk melawan hal ini dengan mengajarkan doktrin - doktrin yang sesuai dengan firman Allah. Tujuan dari perintahNya adalah untuk menyatakan apa yang salah, menegur, dan menasehati. ( ayat 2).

Sebagai orang percaya kita dipanggil untuk mengajar dan menaati firman Allah, dan bukan untuk mengikuti tipu daya dunia ini.

Peganglah firman Allah dan Anda tidak akan jatuh pada kesesatan.

sumber : warta Bethany