Wednesday, April 15, 2009

Dalam satu tandan pisang, tak semua buahnya matang secara serentak. Ada diantaranya yang masih berwarna hijau tua. Maka, sang petani ada kalanya harus menyimpannya kembali beberapa saat menunggu hingga matang semuanya.
Pisang yang telah matang dan pisang yang terlambat matang, kelak akan memiliki rasa yang sama yakni memiliki rasa pisang. Meskipun waktu untuk menjadi matang pada pisang berbeda-beda…
Begitulah kita tak mungkin semuanya sama. Ada kalanya menurut ukuran kita, suatu masalah dapat diselesaikan hanya dengan beberapa menit saja. Tapi bagi orang lain belum tentu, ia butuh waktu untuk menyelesaikannya. Bahkan belum sampai pada kesempurnaan. Namun pada akhirnya, hasil yang didapatkan tetap dapat dirasakan.
Dalam hidup ini tak seorang pun sempurna pada bingkai kemampuannya. Karena di antara kita memang tidak sama dan serupa, kita dilahirkan berbeda, hidup di lingkungan berbeda, pada kondisi yang berbeda dan segala hal yang berbeda. Yang mesti diingat adalah bahwa setiap orang memiliki kesamaan keinginan dan memiliki hak yang sama dalam mendapat kesempatan, betapapun itu harus dipergilirkan. Karenanya, percuma saja memperdebatkan suatu ketidaksamaan, perbedaan, dan ketidakcocokan dengan orang lain, karena kita tak akan mendapat titik temu.
Sungguh tak ada yang sempurna di antara kita, maka janganlah rendah diri…semua butuh proses menjadi lebih baik.
I Yohanes 2:5 Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.
Filipi 3:12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Sumber : http://www.krenungan.org/
Labels: agama, Allah, bijaksana, cerita rohani, GKPA, Kristus, Medan Timur, NGPKA, Proses, renungan harian, Semua butuh Proses, Waktu
Tuesday, March 10, 2009

Bacaan : 2 Timotius 4 : 1 - 8
Bacaan Setahun : Ulangan 5 - 7 & Markus 11 : 1 - 18
Tuhan, ajari kami dari firmanMu yang kudus. Tentang semua kesesatan yang harus dihindari. Dan kiranya cahaya rohMu menolong kami, menolak perangkap setan yang begitu membujuk. - Bosch
Sebuah artikel dalam harian USA Today memaparkan bagaimana orang tua zaman sekarang berusaha menyiapkan anak - anak mereka untuk dapat masuk ke dalam dunia yang meyakini beragam agama melalui suatu upacara. Ema Drouillard, diminta oleh sepasang orangtua yang ingin mengadakannya bagi bayi mereka, Greer.
Sang ibu berkata,"Yang kami inginkan adalah satu roh agung yang dapat menuntun anak perempuan kami, tetapi kami tidak ingin suatu hal yang spesifik. Yang penting ia bisa diterima masuk ke agama mana saja." Pasangan itu mengatakan," Kami hanya ingin Greer menganut agama Kristen kelas R-I-N-G-A-N, iman yang percaya pada malaikat dan peri, makhluk khayalan dan sinterklas. " Hal ini melukiskan begitu rendahnya penilaian yang diberikan pada kebenaran alkitabiah, suatu yang begitu lazim terjadi di dunia kita pada masa kini.
Rasul Paulus memperingatkan Timotius bahwa akan datang waktunya ketika orang akan lebih suka makanan rohani yang "ringan" dan tidak dapat lagi menerima ajakan sehat yang berisi ( 2 Timotius 4 : 3 - 4). Paulus memperediksikan bahwa ajaran sesat akan bertambah dan disukai banyak orang karena ajaran ini memenuhi kebutuhan daging mereka. Mereka rindu untuk dihibur dan menginginkan ajaran yang membuat mereka merasa nyaman dengan diri sendiri. Paulus memerintahkan Timotius untuk melawan hal ini dengan mengajarkan doktrin - doktrin yang sesuai dengan firman Allah. Tujuan dari perintahNya adalah untuk menyatakan apa yang salah, menegur, dan menasehati. ( ayat 2).
Sebagai orang percaya kita dipanggil untuk mengajar dan menaati firman Allah, dan bukan untuk mengikuti tipu daya dunia ini.
Peganglah firman Allah dan Anda tidak akan jatuh pada kesesatan.
sumber : warta Bethany
Labels: agama, Akan tiba waktunya, cerita rohani, GKPA, NGKPA, renungan harian, Waktu