Saturday, July 4, 2009

Aku pernah mendengar penatua di gereja GKPA mengatakan kita harus memberikan perpuluhan, akan tetapi saya masih seorang pelajar dan belum mempunyai penghasilan, aku jadi bertanya-tanya, apakah perintah untuk memberi persepuluhan berlaku juga bagi pelajar? Apa yang saya tanyakan, mungkin juga bercokol di benak kita. Sebetulnya, apa sih yang dimaksud dengan persepuluhan itu?
Menurut teologian Jake Barnett, persepuluhan atau memberikan 10 % (sepersepuluh) dari penghasilan, telah dikenal sejak jaman dulu. Abraham dan Yakub adalah tokoh-tokoh di Alkitab yang secara sukarela memberi atau menyisihkan sepersepuluh dari pendapatan mereka untuk pekejaan Tuhan. Hukum Taurat menegaskan, bahwa bila bangsa Israel menggunakan persepuluhan ini bagi diri mereka sendiri (bukan untuk pekerjaan Tuhan), maka ini berarti mereka telah mencuri dari Allah.
Yang dimaksud memberi untuk pekerjaan Tuhan—dalam tradisi bangsa Yahudi—yakni memberi untuk kebaktian, termasuk pembangunan bait Allah dan fasilitasnya. Kemudian, memberi untuk hamba-hamba Allah, para imam, dan orang-orang Lewi. Dalam bangsa Israel, orang-orang yang disebutkan tadi, dapat berkonsentrasi pada pekerjaannya apabila dibebaskan dari keharusan mencari makan. Lalu, memberi untuk pekerjaan Tuhan juga berarti memberi untuk orang miskin. Di Alkitab, orang-orang miskin berhak atas pemberian dari Israel.
Jika dianalogikan dengan masa kini, ini berarti memberi untuk gereja Tuhan. Lalu untuk para pemuka, pendeta, guru Injil, pokoknya setiap orang yang mendedikasikan hidupnya untuk mengurusi jemaat. Kemudian untuk orang miskin dan pelayanan pekabaran injil.
Di kitab perjanjian baru, Yesus hanya sekali menggunakan kata persepuluhan, saat ia berbicara dengan kaum Farisi, “… persepuluhan dari selasih, ada manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan…” demikian yang tertulis dalam kitab Matius. Sedangkan Paulus, meski sering menekankan mengenai pemberian dalam ajarannya, tidak pernah menggunakan kata persepuluhan.
Ukuran sepersepuluh, menurut Barnett, adalah ukuran yang sangat bagus untuk memulai kebiasaan memberi (bagi pekerjaan Tuhan), tapi ini bukan satu-satunya patokan yang diajarkan Alkitab mengenai pemberian. Dalam perjanjian baru, konsep mengenai pemberian tidak sekadar dibatasi oleh sepersepuluh dari penghasilan, tetapi lebih dari itu seperti yang dikatakan Paulus kepada jemaat di Korintus, bahwa pemberian harus sebanding dengan pendapatan dan kemampuan mereka untuk memberi.
Omong-omong, Alkitab tidak pernah menyinggung mengenai apakah pelajar diwajibkan untuk memberi atau tidak. Jadi, sah-sah saja kalau kamu ingin memberi kepada Tuhan, dengan menyisihkan sebagian dari uang saku. Dan, jumlah pemberiannya tidak hanya dibatasi pada sepersepuluh—kalau sanggup—bahkan lebih dari itu. Lagi pula, di atas semua itu, kamu dituntut untuk tidak sekadar memberi uang melainkan juga tubuhmu, “… supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati” (Roma 12:1).
Labels: GKPA, Medan Timur, Naposo, NGKPA, Pemuda, Perpuluhan, pngkpa, renungan harian
Tuesday, June 30, 2009

Mazmur 27:10
Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.
Beberapa orang tampaknya terobsesi dengan merendahkan orang lain; mereka membicarakan hal-hal yang negatif tentang Anda atau seseorang yang Anda kasihi, atau sesuatu yang Anda minati. Anda tidak selalu dapat mengabaikan masukan negatif, tetapi jangan biarkan orang, sistem atau keadaan-keadaan lain mempengaruhi perkiraan Anda tentang nilai Anda.
Sayangnya, Anda mungkin telah mengalami pengalaman-pengalaman traumatis yang menyakitkan saat seseorang memperlakukan Anda tidak adil, mengambil keuntungan dari Anda dan menolak Anda. Mungkin suami atau isteri Anda meninggalkan Anda dan Anda mengalami perceraian yang pahit. Mungkin seorang sahabat baik berpaling dari Anda tanpa alasan apa pun, dan sekarang Anda merasa sendirian serta tidak berharga. Atau, mungkin Anda merasa tertolak sebagai seorang anak, dan Anda sedang menjalani kehidupan dengan perasaan-perasaan bersalah dan malu. Mungkin Anda bahkan telah meyakinkan diri sendiri bahwa hal-hal negatif yang terjadi pada masa lalu Anda seluruhnya adalah kesalahan Anda, bahwa Anda tidak layak menerima apa pun selain sakit hati, penderitaan, rasa bersalah dan penghukuman.
dikutip dari http://www.cerita-kristen.com/
Labels: berkat, bijaksana, cerita rohani, GKPA, motivasi, Naposo, NGKPA, Semua butuh Proses
Tuesday, June 23, 2009

TIPS CARA MENJADI AYAH YANG HEBAT
1. HORMATILAH IBU ANAK-ANAK ANDA.
Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan Ayah bagi anak-anaknya adalah
menghormati Ibu mereka. Kalau Anda menikah, jagalah pernikahan Anda agar
tetap kuat dan penuh vitalitas.
2. LEWATKANLAH WAKTU BERSAMA ANAK-ANAK ANDA.
Bagaimana seorang Ayah melewatkan waktunya mengatakan apa yang penting
baginya. Kalau Anda tampaknya selalu terlalu sibuk untuk anak-anak Anda,
mereka akan merasa ditelantarkan, apapun yang Anda katakan.
3. UPAYAKANLAH HAK UNTUK DIDENGARKAN.
Terlalu sering satu-satunya saat sang Ayah bicara kepada anak-anaknya
adalah ketika mereka melakukan suatu kesalahan. Mulailah bicara kepada
anak-anak ketika mereka masih kecil, sehingga topik-topik sulit akan lebih
mudah ditangani ketika mereka semakin besar. Luangkanlah waktu dan
dengarkanlah ide-ide serta persoalan-persoalan mereka.
4. DISIPLINKANLAH DENGAN KASIH.
Semua anak butuh bimbingan dan pendisiplinan, bukan sebagai hukuman,
melainkan untuk menetapkan batasan-batasan yang masuk akal. Ingatkanlah
anak-anak Anda akan ganjaran perbuatan mereka dan berikanlah imbalan yang
berarti atas perilaku yang diinginkan.
5. MODEL PERAN.
Para Ayah adalah model peran bagi anak-anaknya, entah mereka menyadarinya
atau tidak. Seorang anak perempuan yang melewatkan waktu dengan Ayahnya
yang penuh kasih tumbuh dengan pengetahuan bahwa ia pantas diperlakukan
dengan hormat oleh anak-anak lelaki, dan apa yang harus dicarinya dalam
diri seorang suami. Para Ayah dapat mengajari putera-puteranya apa yang
penting dalam kehidupan ini dengan mendemonstrasikan kejujuran, kerendahan
hati, dan tanggung jawab.
6. JADILAH GURU.
Terlalu banyak Ayah yang menganggap bahwa mengajar adalah urusan orang
lain. Namun seorang Ayah yang mengajari anak-anaknya tentang yang benar dan
yang salah serta mendorong mereka untuk melakukan yang terbaik akan melihat
anak-anaknya mengambil pilihan yang baik.
7. MAKANLAH BERSAMA-SAMA KELUARGA.
Makan bersama-sama (sarapan, makan siang, atau makan malam) bisa menjadi
bagian penting dari kehidupan keluarga yang sehat. Selain memberikan
struktur pada hari yang sibuk, ini juga memberi anak-anak peluang untuk
membicarakan apa yang sedang mereka kerjakan dan apa yang ingin mereka
kerjakan.
8. BACAKANLAH CERITA BAGI ANAK-ANAK ANDA.
Mulailah membacakan cerita bagi anak-anak semenjak mereka masih kecil.
Setelah mereka lebih besar, doronglah mereka untuk membaca sendiri.
Menanamkan kecintaan untuk membaca adalah salah satu cara terbaik untuk
memastikan anak-anak Anda mengalami pertumbuhan pribadi maupun karir seumur
hidup.
9. PERLIHATKANLAH KASIH SAYANG ANDA.
Anak-anak butuh ketenteraman yang berasal dari mengetahui bahwa mereka
diinginkan, mereka diterima, dan dikasihi oleh keluarga. Orangtua, terutama
para Ayah, perlu membiasakan diri merangkul anak-anaknya. Memperlihatkan
kasih sayang setiap harinya adalah cara terbaik untuk memberitahu mereka
bahwa Anda sayang kepada mereka.
10. SADARLAH BAHWA TUGAS SEBAGAI AYAH TIDAK PERNAH SELESAI.
Bahkan setelah anak-anak besar dan siap meninggalkan rumahpun, mereka akan
tetap mencari hikmat serta nasihat dari Ayahnya. Entah soal meneruskan
pendidikan, pekerjaan baru, atau pernikahan, para Ayah terus memainkan
peran penting dalam kehidupan anak-anak mereka sementara mereka bertumbuh
dan, mungkin, menikah dan membangun keluarga sendiri.
Sumber: milis programmer-kristen@yahoogroups.com
Labels: ayah teladan, cerita anak, cerita rohani, Naposo, NGPKA, renungan harian
Wednesday, June 17, 2009

setelah anda sadar berhati-hatilah Dipublikasi Artikel blog by bintang seven
dalam perumpamaan kebun anggur markus 12 anak pertama tidakmengerjakan perintah bapanya meskipun ia menjawab IYA dan anak kedua yg menolak ttp sadar dan berbalik mengikuti kata bapanya ke kebun anggur. lalu apa yg terjadi dlm kebun anggur itu? Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita.
Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain. seseorang yg telah bertobat mpy kerinduan yg besar untuk melayani, hanya sebelum ia, telah ada orang2 yg melayani lebih dulu, ttp perihal jati diri pelayan2 lain yg telah lebih dulu itu hanyalah penggarap yg kejam dan berhati buas.
tetapi bagaimana mungkin seseorang yg baru bertobat di lempar ke luar atau dibunuh? tentu dalam pengertian rohani MEREKA MELAKUKAN BANYAK CARA AGAR ANDA TIDAK ADA DLM KEBUN ANGGUR YG INDAH INI. Pernahkah anda mendengar kotbah2 yg kelihatan baik tp sesungguhnya sangat menyesatkan? banyak kita memiliki kerinduan tp mendengar kotbah2 tak bertanggungjawab kita spt disingkirkan dr gelanggang. Anda tak boleh menyimpan kaset duniawi, lukisan2, patung, dll. DOSA ITU DAN PERLAWANAN THD ALLAH. jika anda tak menginjil dan berbahasa roh maka anda bukanlah anak Allah yg sejati. INILAH BUALAN MEREKA YG MENGAKU TAHU MENGGARAP KEBUN ANGGUR seorang penggarap kebun anggur mungkin berkata aku telah lebih dulu bekerja dr kamu, wajar aku mengarimu tp INGAT MEREKA BEKERJA HANYA KRN UPAH DAN KEUNTUNGAN TP KITA BEKERJA SBG ANAK DAN AHLI WARIS INI ADALAH KEBUN BAPA KU DAN MILIKKU, IA TAHU STATUSNYA DAN DISITULAH HATINYA BERPAUT. JIKA ANDA TELAH SADAR BERHATI HATILAH TERHADAP PEKERJA2 PALSU DAN ANJING2 PENGGIGIT INI.
Labels: agama, cerita lucu, cerita rohani, dosa, GKPA, Naposo, renungan harian
Wednesday, May 27, 2009
Suatu ketika di sebuah gurun pasir yang sangat panas dan kering ada seorang pengemis yang protes atau ngomel-ngomel. Si pengemis berbicara dalam hatinya dan memohon belas kasihan dari Tuhan siang itu. Ia mengatakan bila Engkau Tuhan Maha Pengasih mengapa engkau tidak memberiku sepasang sandal yang bisa aku gunakan di padang pasir yang panas dan kering ini. sambil berjalan si Pengemis ini mengumpat dan bertanya-tanya mengapa juga Tuhan tidak memberikan sepasanag sandal buatku.
Ketika dia berjalan di sepanjang gurun tersebut tiba-tiba dia melihat sesosok tubuh yang bergerak di atas pasir gurun yang panas itu. Setelah ia perhatikan dengan seksama tubuh tersebut betapa kagetnya dia, ternyata itu adalah seorang manusia yang tidak mempunyai kedua belah kaki dan tangan namun dengan tekad yang kuat dia ingin berjalan melewati gurun yang panas itu ke suatu tempat yang lebih teduh. Sambil berguling-guling (karena tidak mempunyai kaki dan tangan) orang tersebut melewati gurun itu dengan sabar sejengkal demi sejengkal.
Melihat kenyataan tersebut di depan matanya, kemudian si Pengemis dengan cepat bertekuk lutut sambil menangis kehadapan Tuhan. Dengan air mata yang berlinang si pengemis memohon ampun atas omelan yang ia katakan tadi kepada Tuhan. Dengan sujudnya itu si pemgemis mengucapkan terima kasih kepada Tuhan karena setidaknya ia memiliki kedua tangan dan kaki yang lengkap untuk bisa berjalan tanpa harus berguling-guling seperti orang yang ia lihat.
Kisah ini mengajarkan kepada kita bagaiamana kita harus selalu pasrah dan menerima apa yang Tuhan telah berikan kepada kita untuk kita jalani di kehidupan ini. Janganlah selalu melihat ke atas atau melihat orang yang mampu secara ekonomi lalu kita membandingkan kepada diri kita sendiri dengan menyatakan bahwa kita adalah orang yang miskin. Ketahuilah tiada seorangpun yang miskin di dunia ini, manusia adalah mahluk tertinggi atau puncak ciptaan dari seluruh ciptaan yang ada, dengan tubuh inilah kita bisa menghyati dan kembali kepada Tuhan. Tanpa tubuh manusia penghayatan akan Tuhan adalah mustahil.
Tuhan, ayah kita mengetahui apa yang terbaik buat diri kita janganlah kita meminta materi dan segala ciptaanya yang bisa menjerumuskan kita nantinya. Mintalah Tuhan sendiri untuk bersemayam di dalam diri kita sehingga seluruh ciptaan akan menjadi milik kita. Bila kita tidak tahu apa yang terbaik untuk diri kita bagaiamana mungkin kita bisa memohon dan mendoakan orang lain untuk suatu kedamaian, kesejahteraan, rezeki dll????
Labels: Allah, cerita rohani, Ilustrasi Kristen, Israel, Kasih, Medan Timur, Naposo, NGKPA